DUMAI - Delegasi Malaysia bertemu dengan delegasi Indonesia di Kota Dumai, Provinsi Riau, Kamis (14/11/2019). Pertemuan yang dilakukan sejak 2017 ini membahas persiapan perpindahan barang dan orang, sebab ketika ada pergerakan moda transportasi akan melibatkan prosedur karantina, bea cukai, imigrasi, dan masalah keamanan.

Hal itu disampaikan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Perhubungan Laut, Wisnu Handoko kepada GoRiau.com dalam The 1st Sub-Committee of RoRo Melaka - Dumai Task Force Meeting di Kota Dumai, Kamis (14/11/2019). Pertemuan ini merupakan rangkaian tindak lanjut Indonesia Malaysoa Thailand and Growth Triangel (IMT-GT).

"Program RoRo Dumai - Malaka merupakan salah satu visi dari kepala negara ASEAN, terkhusus Presiden RI Joko Widodo dalam komitmen Indonesia Malaysia Thailand and Growth Triangel (IMT-GT)," kata Wisnu didampingi Kepala Dinas Perhubungan Riau, Ir H M Taufiq OH MT.

RoRo Dumai - Malaka masuk program prioritas, sejak tiga tahun lalu dikatakan Wisnu. Untuk mempercepat pelarasan prosedur yang ada antara Malaysia dan Indonesia, dibentuk task force high level dibawah langsung IMT-GT. Task force meeting sebelum pertemuan di Kota Dumai, dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Saat ini semua persiapan terus diupayakan, agar akhir 2019, pemerintah Indonesia dan Malaysia bisa menandatangi MoU RoRo Dumai - Malaka," ungkap Wisnu.

Saat ditanyai kapan beroperasinya RoRo Dumai - Malaka, ia mengatakan, bahwa saat ini sedang mempersiapkan pada dua hal, yakni infrastruktur dan prosedur. Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Dumai dengan dukungan pemerintah pusat dan perhubungan dalam mempersiapkan infrastruktur.

"Sebagian besar infrastruktur sudah siap, hanya saja tinggal dilakukan beberapa perbaikan. Untuk dermaga akan ada penambahan mooring buoy (tambat apung yang digunakan untuk tambatan kapal dan sebagai marka untuk menjatuhkan jangkar, red) atau alat untuk sandar kapal. Kita prioritaskan kapal roro kedua negara bisa sandar di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai," jelasnya.

Nantinya, kapal yang digunakan dari negara Indonesia dan Malaysia. Untuk Indonesia akan menggunakan kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry. Tahun depan diharapkan bisa beroperasi RoRo Dumai - Malaka.

Dalam pertemuan ini untuk delegasi Indonesia dihadiri Walikota Dumai Zulkifli AS, Kepala Dinas Perhubungan Riau Ir H M Taufiq OH MT, Wadir Lantas Polda Riau AKBP Fadly, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Karantina, Bea Cukai, Imigrasi. ***