PEKANBARU, GORIAU.COM - USAID Scholarship Prestasi Program memberikan kesempatan bagi anak Riau untuk menuntut ilmu di luar negeri. Bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru, USAID bakal menyampaikan kiat mudah untuk bisa menggapai mimpi generasi cerdas Riau kuliah di Amerika Serikat.

"Siapa pun orangnya pasti punya impian kuliah di luar negeri, AJI Pekanbaru bersama USAID mencoba memfasillitasi berbagi informasi kiat mudah kuliah luar negeri," Kata Ketua Pelaksana, Riyan Nofitra, Minggu (10/2/2014).

Jurnalis Tempo ini menjelaskan, ditengah kemudahan mengakses teknologi informasi, info beasiswa sebenarnya sangat gampang diperoleh. Asalkan rajin mengakses, besar kemungkinan beasiswa bisa ditindaklanjuti.

Meski demikian, kata Riyan, berbagi informasi dengan cara tatap muka secara langsung lebih efektif menggali informasi secara luas. Kuliah di negeri 'abang sam' pun terbuka lebar.

AJI Pekanbaru bersama USAID bakal menggelar diskusi sekaligus memaparkan cara mudah meraih beasiswa di luar negeri. Acara diadakan di Kantor AJI Pekanbaru, Rabu, 12 Februari 2013, pukul 15.00-16.30 WIB, di Sekretariat AJI, Jalan Jalan Wiraswasta II No 33A, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, tepatnya di belakang asrama Baterai P, Panam.

Dalam acara ini, AJI Pekanbaru mengundang kalangan akademisi, organisasi wartawan, organisasi mahasiswa, Lembaga Kemasyarakatan dan mahasiswa. "

Bagi yang berminat silakan datang langsung mendengar pemaparan dari USAID di Kantor AJI Pekanbaru," kata Ketua AJI Pekanbaru, Fakhrurrodzi.

USAID termasuk badan yang sering menyediakan beasiswa. Tahun ini saja melalui USAID Scholarship Prestasi Program, tuturnya, sedikitnya dicari sekitar 30 warga Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan. Sekitar 25 orang dibiayai ke Amerika Serikat dan 5 orang dalam negeri.

Recruitment and Outreach Specialist IIEF Prestasi, Wahono Kolopaking mengatakan, ada berbagai kemudahan bisa didapatkan melalui beasiswa ini. Siapapun bisa mengajukan aplikasi tanpa harus memiliki rekomendasi apapun.

Cukup memiliki TOEFL minimal 450, anak bangsa yang ingin melanjutkan studi lebih tinggi memiliki kesempatan besar. Apalagi sejak 2007, USAID tidak lagi membatasi penerima beasiswa dari kalangan akademisi. Berbagai profesi bisa diterima asalkan memenuhi persyaratan.

Minat mendapatkan beasiswa ini, lanjutnya masih berkisar sekitar seribuan orang per tahun. Tahun 2011 silam, aplikasi masuk mencapai 1.300 pelamar. Tahun 2012 lalu, sekitar 840 pelamar.

"Jumlah aplikasi yang masuk masih sekitar seribuan. Untuk tahun ini, permohonan aplikasi kita buka sampai 14 Maret," katanya.

Khusus USAID, lanjut Wahono, beasiswa diberikan secara penuh. Satu-satunya yang tidak ditanggung adalah biaya pembuatan paspor. Seluruh akomodasi maupun tunjuangan buku saat kuliah, dibiayai sepenuhnya. Termasuk ketika lolos menuju tahapan wawancara, biaya perjalanan menuju kota yang dituju ditanggung oleh USAID.

Apalagi jika harus dihadapkan dengan pelamar lain yang berasal dari Pulau Jawa. Keutamaan peserta daerah ini, dicontohkannya jika ada kesamaan prestasi antara peserta daerah dan Pulau Jawa, maka pilihan beasiswa diberikan pada pelamar daerah. Begitu juga bila ada pelamar wanita, lebih diutamakan peluang pelamar wanita daerah.

Wahono menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara transparan. Termasuk ketika wawancara tingkat regional, penguji juga diambil dari daerah setempat. Pakar dibidang tertentu akan menguji putra daerah"Jangan pantang menyerah. Peluang selalu ada. Jangan takut bersaing dengan pusat," katanya.

Bagi pelamar, lanjut Wahono, akan dicarikan universitas terbaik sesuai keilmuan mereka. Meskipun boleh mencantumkan universitas yang ingin dituju, USAID akan merekomendasikan tempat terbaik sesuai bidang pelamar. Pemilihan ini disesuaikan saran konsultan yang mencari tempat terbaik.

"Universitas, kalau sudah punya pilihan, bisa dicantumkan. Tapi tidak ada jaminan akan disana. Kita ada konsutlan dan akan carikan yang terbaik sesuai keilmuan dan ahli dibidangnya," ujarnya. (rls)