
PEKANBARU – Kebijakan transportasi di Kota Pekanbaru mengalami perubahan signifikan demi mengakomodasi tingginya volume kendaraan di jalur lintas arteri. Pemerintah Kota Pekanbaru resmi membuka akses persimpangan Jalan Tuanku Tambusai—yang populer disebut Jalan Nangka—menuju Jalan Paus untuk mengurai simpul kemacetan yang selama ini menghantui pengguna jalan, Minggu (11/1/2026).
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas keluhan menahun para pengendara yang terjebak kepadatan di titik putar balik (U-turn). Selama ini, arus kendaraan dari arah Mall SKA yang hendak menuju Jalan Paus dipaksa menempuh jarak lebih jauh untuk berputar di depan Jalan Manggis. Hal ini tidak hanya memicu pemborosan waktu, tetapi juga menciptakan penumpukan kendaraan yang kerap mengular hingga menutupi akses jalan lingkungan di sekitarnya.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, turun langsung meninjau jalannya operasional perdana persimpangan tersebut. Didampingi Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, dan Sekretaris Dinas Perhubungan, Sunarko, orang nomor satu di Pekanbaru ini memantau pergerakan kendaraan guna memastikan fase lampu lalu lintas (traffic light) sudah sinkron dengan beban arus di lapangan.
"Persimpangan Jalan Nangka-Paus resmi kita buka mulai hari ini. Bapak wali kota turun langsung tadi," ujar Sunarko saat memberikan keterangan teknis di lokasi.
Dengan dibukanya akses ini, terjadi perubahan pola pergerakan kendaraan yang cukup signifikan. Kendaraan dari Jalan Nangka arah barat kini memiliki akses langsung berbelok kanan menuju Jalan Paus. Demikian pula sebaliknya, arus keluar dari Jalan Paus menuju arah pusat kota kini bisa langsung memotong ke Jalan Nangka tanpa harus berputar arah di titik-titik yang selama ini menjadi sumber kemacetan.
Dinas Perhubungan mengklaim bahwa kebijakan ini bukan sekadar tindakan spontan, melainkan hasil dari serangkaian kajian teknis yang matang. Pemasangan traffic light di lokasi tersebut diharapkan menjadi instrumen pengatur yang efektif untuk mencegah konflik arus kendaraan dari berbagai arah.
"Persimpangan ini membuat lalu lintas lancar, antrean tidak panjang. Yang biasanya kendaraan mau ke Jalan Paus harus berputar arah ke U-turn Jalan Manggis, volumenya sekarang berkurang," jelas Sunarko.
Meski arus lalu lintas terpantau lancar pada hari pertama pembukaan, pihak otoritas tetap menyiagakan personel di lokasi untuk melakukan evaluasi berkala. Publik berharap pembukaan simpang ini diikuti dengan penertiban parkir liar di sekitar Jalan Paus agar lebar jalan yang ada tetap optimal menampung limpahan kendaraan dari jalur protokol.***