PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menginstruksikan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru agar lebih sering menggunakan kendaraan roda dua saat menjalankan tugas. Langkah itu dilakukan agar para pejabat dapat melihat dan merasakan langsung kondisi yang dihadapi masyarakat.

[17/7, 16.15] Afrila Yobi GoRiau. com:

Instruksi tersebut disampaikan Agung usai coffee morning bersama jajaran OPD dan seluruh camat se-Kota Pekanbaru di Kantor Camat Binawidya, Jumat (17/7/2026).

Menurut Agung, penggunaan sepeda motor akan memudahkan para pejabat mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan, mulai dari jalan berlubang, genangan banjir, persoalan sampah, hingga kualitas pelayanan publik.

"Saya menginstruksikan agar seluruh kepala OPD dari eselon II, termasuk seluruh pejabat eselon II, III, dan IV, untuk sering menggunakan kendaraan bermotor roda dua berkeliling Kota Pekanbaru. Dengan begitu mereka bisa langsung merasakan apa yang dirasakan masyarakat," kata Agung.

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut pemerintah juga mengevaluasi pelayanan di tingkat kecamatan. Setiap camat diminta menyampaikan berbagai kendala pelayanan yang masih dihadapi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kota.

"Hari ini kami rapat di kecamatan. Hal pertama yang kami tanyakan adalah bagaimana pelayanan di sini dan apa saja kekurangannya. Itu akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Agung berharap seluruh pejabat tidak hanya menerima laporan dari balik meja, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Menurut dia, pengalaman melihat kondisi lapangan secara langsung akan membuat setiap kebijakan dan program pemerintah lebih tepat sasaran.

"Kami berharap seluruh pejabat dapat merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Dengan begitu setiap program yang dibuat Pemerintah Kota Pekanbaru benar-benar berdampak dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

Selain itu, Agung meminta camat dan lurah bersikap tegas dalam menegakkan aturan, khususnya terhadap pelanggaran yang berdampak pada kepentingan umum.

Ia mencontohkan masih adanya warga yang menutup saluran drainase untuk kepentingan bangunan, sehingga memicu banjir ketika hujan turun.

"Lurah jangan takut kepada warga ketika harus menegakkan aturan. Misalnya ada warga yang membangun di atas drainase atau menutup saluran drainase. Itu harus ditegur, karena jangan gara-gara satu atau dua ruko, seluruh kawasan menjadi banjir akibat drainase ditutup," tegasnya.

Menurut Agung, ketegasan tersebut perlu diimbangi dengan pendekatan persuasif melalui edukasi kepada masyarakat agar kepatuhan terhadap aturan dapat tumbuh tanpa menimbulkan konflik.

Ia mengaku telah lebih dahulu menerapkan kebiasaan menggunakan sepeda motor dalam aktivitas sehari-hari sebagai kepala daerah. Dengan cara itu, dirinya dapat lebih cepat mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

"Kalau saya hampir setiap hari pakai motor. Saya bisa langsung melihat mana jalan yang rusak, mana yang ada sampah, sehingga bisa segera dikoreksi. Saya ingin para pejabat juga merasakan bagaimana kondisi jalan di Pekanbaru, bagaimana masyarakat berbelanja, parkir, hingga mendapatkan pelayanan. Dengan begitu pejabat akan semakin dekat dengan masyarakat," ujar Agung. ***