PEKANBARU - Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat, meminta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau, Kamsol, untuk mempertimbangkan kembali kewajiban vaksinasi kepada pendidik dan peserta didik tingkat SMA.

Disampaikan Politisi PAN ini, dirinya khawatir penundaan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kepada pendidik yang belum divaksin mengganggu sektor perekonomian di Provinsi Riau.

GoRiau Anggota Komisi V DPRD Riau, Ad
Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat.
"Ini perlu dipertimbangkan dengan matang mengingat kondisi perekonomian masih belum pulih, kita harus menghindari semakin melemahnya daya beli dimasyarakat dan semakin melemahnya ekonomi skala kecil, dan menghindari terjadinya kegaduhan sosial baru dari akibat kebijakan tersebut," kata Ade, Rabu (22/12/2021).

Diakui Ade, dirinya sepakat dengan upaya Pemprov dalam mempercepat target vaksinasi sesuai dengan Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021. Salah satu caranya adalah menyasar tenaga pendidik dan peserta didik.

"Target 70% untuk vaksinasi pertama dan 50% untuk vaksinasi kedua memang harus terus digesa. Tapi, tentu harus dilakukan dengan cara yang persuasif, supaya kesadaran dari masyarakat terbangun," tambahnya.

Ade berharap, upaya percepatan vaksinasi bisa terus dilakukan dan dievaluasi supaya program vaksinasi ini bisa berjalan dengan mudah dan lebih baik lagi.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mengeluarkan surat edaran tentang kewajiban vaksinasi bagi tenaga dan peserta didik di seluruh kabupaten kota tingkat SMA/SMK/SLB, dan Sederajat.

Kepala Disdik Provinsi Riau, Kamsol mengatakan bahwa SE yang dikeluarkannya ini sesuai dengan arahan Pemerintah untuk memberikan vaksinasi bagi masyarakat, termasuk bagi tenaga pendidik dan peserta didik. Bahkan, dalam SE tersebut, dengan tegas akan memberikan sanksi bagi yang tidak mau divaksin.

“Kita sudah membuat SE dan sudah disebar ke kabupaten kota terutama sekolah SMA/SMK sederajat, untuk percepatan vaksin. Masih banyak tenaga pendidik dan peserta didik yang belum divaksin, padahal ini untuk kesehatan bersama dan meningkat herd immunity. Tidak ada alasan untuk menolak vaksin ini,” kata Kamsol, Rabu (22/12/2021). ***