PEKANBARU, GORIAU.COM - Motivasi hidup mewah dan dendam kemiskinan menyebabkan orang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum khususnya korupsi. Korupsi selalu dilakukan oleh orang mampu bukan orang susah.

Demikian diungkapkan penggiat anti korupsi, Mag Say Say Indra kepada GoRiau.com, dalam catatan akhir tahun bidang anti korupsi, Senin (31/12/2012).

Menurut alumni Universitas Riau ini, anehnya lagi, budaya ini justru dilakukan para aktifis reformasi yang ikut menggulingkan rezim orde baru.

''Mereka tahu bahwa orde baru hancur karena korupsi, dan mereka juga tahu kasus-kasus korupsi masa lalu, dan kini kembali dilakukannya,'' ujar putra jati Kuantan Singingi ini.

Mag Say Say Indra mengatakan, solusi untuk tidak menyebarnya budaya korupsi ini harus tegas. Ibarat buah salak yang busuk, maka yang busuk harus disingkirkan dari keranjang, jika tidak buah yang bagus pun ikut rusak.

''Harus ada keberanian untuk membuang dari kelompok atau komunitas, jika tidak, mereka akan menyebarkan budaya korupsi ke yang lain, termasuk dalam bidang pemerintahan dan politik,'' ujarnya. (nti)