RENGAT, GORIAU.COM -Sedikitnya 90 batu akik ''Laksamana Indragiri'' yang merupakan batu akik asli Indragiri Hulu, Riau ditampilkan pada Kontes Batu Akik di Rutan Rengat, Kamis (23/4/2015).  Selain batu Laksamana Indragiri juga ditampilkan 153 batu akik dari luar Indragiri Hulu.

''Kontes batu akik ini merupakan rangkaian acara peringatan HUT Pemasyarakatan ke-51 yang jatuh pada tanggal 27 April setiap tahunnya,'' ujar Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Gumilar Budi Rahayu saat membuka resmi buka kontes batu akik

Selain itu, kontes batu akik ini juga sebagai bentuk dukungan Rutan Rengat kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam berkarya dan berkreasi, khususnya para pecinta batu akik. ''Jika masyarakat yang ada diluar sana demam batu akik, kita dari pihak Rutan juga memberikan kesempatan kepada mereka,'' ujarnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/24042015/akik1jpg-1992.jpgKepala Rutan Kelas II B Rengat Gumilar Budi Rahayu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pematang Rena Bripka Misran dan Ustad Rutan.Dengan demikian sebut Gumilar, sebagai fasilitas penunjang untuk mengembangkan bakat WBP dalam mengasah batu akik, saat ini pihaknya telah menyediakan dua unit mesin untuk mengasah atau gerinda batu dan satu mesin pemotong.

''Selain menyalurkan hobi, keahlian mengasah batu akik ini juga bisa menjadi lapangan pekerjaan baru oleh para warga binaan pada saat bebas nanti. Apalagi, batu lokal Kabupaten Inhu memiliki daya tarik dan nilai jual tinggi, seperti jenis batu jangek atau yang lazim disebut dengan sebutan Laksamana Indragiri,'' terangnya.

Batu akik yang ditampilkan dalam kontes ini, adalah hasil karya atau goresan tangan para warga binaan. Selain itu, beberapa pihak lain seperti Kejari Rengat, Pengadilan Negeri Rengat serta masyarakat yang berdomisili di seputaran Rutan juga ikut meramaikan kegiatan ini.

''Kontes ini akan dilaksanakan selama empat hari, terhitung mulai hari ini Kamis (23/4) hingga (27/4) mendatang. Untuk tim penilai, kita melibatkan para pengunjung atau pembesuk yang datang ke Rutan Rengat serta para WBP yang tidak tampil dalam kontes ini. Ada tiga kategori batu yang diperlombakan, yakni kategori batu lokal Inhu, batu luar Inhu dan campuran,'' jelasnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/24042015/akik2jpg-1993.jpgKepala Rutan Rengat dan Bhabinkamtibmas foto bersama dengan para WBP yang merupakan komunitas pecinta batu akik.Masih kata Gumilar, bagi batu yang keluar sebagai pemenang kontes, nantinya akan kembali ditampilkan pada kontes-kontes yang ada di Inhu. Selain itu, untuk memeriahkan peringatan HUT Pemasyarakatan ke 51 ini, pihaknya juga menggelar beberapa pertandingan olahraga, yakni bolavoli, sepaktakraw dan futsal.

Dalam kesempatan itu pula, Gumilar menyebutkan bahwa, pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Rutan dan Lapas se Provinsi Riau yang digelar di Lapas Bangkinang Kabupaten Kampar beberapa waktu lalu, Rutan Kelas II B Inhu berhasil keluar sebagai juara umum III.

"Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita. Dengan hasil tersebut, itu artinya ilmu agama di Rutan Rengat mengalami peningkatan dari waktu-kewaktu", pungkasnya tegas.

Sementara itu, Ketua Panitia Kontes Rudinur yang juga Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Rengat menyebutkan bahwa, selain dari batu yang didaftarkan pihak luar atau masyarakat sekitar, batu-batu yang ditampilkan dalam kontes tersebut merupakan hasil karya atau asli goresan tangan para WBP penghuni Rutan Rengat.

"Kontes batu akik ini adalah yang pertama sepanjang sejarah di Rutan Rengat dan bahkan yang pertama di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi pihak Rutan terhadap hasil karya WBP,'' pungkas Rudinur. (jef/kbs)