
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Tahun 2013 ini, Dinas Peternakan Kabupaten Pelalawan akan melaksanakan program penyebaran budidaya ternak sapi. Jumlah sapi yang akan disebar sebanyak 1.040 ekor yang terdiri dari 850 ekor sapi betina dan 190 ekor sapi jantan kepada 63 kelompok peternak di 11 kecamatan. Dari seluruh kecamatan di Pelalawan, hanya kelompok ternak dari Kecamatan Bunut saja yang tidak mengajukan bantuan.
''Saat ini, tim calon penerima dan calon lokasi (CPCL) dari Disnak Pelalawan sedang dalam proses verifikasi atas pengajuan sejumlah kelompok ternak. Dari hasil verifikasi nanti, baru kemudian akan ditentukan jumlah bantuan untuk setiap kelompok yang mengajukan," terang Kepala Dinas Peternakan, Ir. HT Wahidudin,M.Si, Selasa (30/4/2013).
Wahiduddin mengatakan bahwa dari hasil verifilasi maka baru masuk ke proses tender. Setelah tender, baru kemudian sapi bisa disebarkan. Jadi kemungkinan besar program ini akan berjalan sekitar bulan Oktober mendatang. Dan untuk sapi bantuan tahun 2013 ini maka akan diprioritaskan sapi Bali.
''Soalnya, sapi Bali ini cocok untuk alam di Kabupaten Pelalawan. Selain itu, keunggulan yang lain adalah bahwa sapi bisa dilepas dan mengadopsi makanan dari kosentrat kehijauan. Jadi tidak hanya dikandang saja seperti sapi lainnya yang pakan makanannya khusus disediakan dan dengan kandang yang standart. Dengan keunggulan tersebut, kita prioritaskan Sapi Bali untuk dibudidaya oleh para peternak,'' bebernya.
Program Bantuan sapi untuk peternak ini, sambungnya, dilakukan sebagai kontribusi kepada Pemerintah Pusat untuk swasembada daging tahun 2014. Intinya adalah daging sapi, karena itu pihaknya mengadakan program pelatihan bagi peternak agar SDM nya sudah siap jika nanti bantuan-bantuan sapinya dari jenis yang berbeda.
''Sehingga dengan begitu, mereka hanya merubah pola ternaknya saja,'' tegasnya.
Sementara itu Kasie Tekhnologi Peternakan Disnak Pelalawan Harmond menyatakan bahwa besar kemungkinan bantuan sapi sebanyak 1040 ekor ini hanya tersebar di 11 Kecamatan dikarenakan kelompok ternak dari Kecamatan Bunut tidak ada yang mengajukan bantuan.
"Prospek lokasi penyebaran dan animo masyarakat yang rendah menjadi kendala hingga tidak satupun kelompok ternak mengajukan bantuan sapi tahun 2013 ini," pungkasnya. (ilm)