
PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar, memberikan kejutan manis kepada 715 guru honorer di Kabupaten Bengkalis, Riau. Jum'at (4/8/2023), mereka secara resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) fungsional guru formasi tahun 2022.
"Saya mengucapkan selamat kepada guru yang telah mendapatkan SK PPPK, semoga semakin rajin bekerja dalam mengajar anak-anak," ungkap Gubernur Syamsuar saat menyerahkan SK PPPK di SMKN 3 Mandau, Bengkalis.
Berkaca pada data Pemprov Riau, kebutuhan tenaga guru mencapai 7.297 formasi. Namun, hanya 5.851 peserta yang lulus seleksi PPPK guru tahun 2022. Saat ini, hanya tersisa 5.810 orang.
Gubernur Syamsuar menambahkan, setiap tahun dirinya menandatangani SK pensiun, dan yang terbanyak (pensiun) itu adalah guru. Sementara pengangkatan guru dari Menpan-RB tidak sebanding dengan orang yang pensiun.

Diantara mereka yang merasa berbahagia dengan penyerahan SK PPPK ini adalah Wendi Marnis. Setelah 32 tahun mengabdi sebagai guru honorer, akhirnya dia dapat menjadi PPPK di usianya yang ke-57.
"Allah SWT memberi rezeki (PPPK guru) kepada saya disaat saya berusia 57 tahun," ujar Wendi Marnis dengan rasa haru dan bahagia.
Wendi Marnis mengawali karir sebagai guru honorer di SMA Dharma Bhakti Duri tahun 1991. Menurutnya, perjalanan panjang dan lika-liku telah dia lalui, dari guru honorer hingga menjadi guru sertifikasi.
"Saya pernah mengikuti tes CPNS dari tenaga honor pada tahun 2005, saya lulus, tapi SK-nya tidak keluar. Namun pada hari ini saya mendapat kabar gembira bahwa SK PPPK guru telah saya terima dari bapak Gubernur Syamsuar," tuturnya.
Wendi Marnis berpesan kepada para guru honorer yang baru diangkat menjadi PPPK agar selalu berdedikasi dan semangat dalam tugasnya. Dia berharap, para guru mampu mendidik anak bangsa menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa untuk masa depan negara yang seutuhnya. ***