
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Puluhan anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Desa Tumang, Kecamatan Siak, Sabtu (20/12) pagi itu diliputi rasa senang sekaligus khawatir dalam menunggu antrian khitanan masal yang digelar oleh PT. Riau Andalan Pulp And Paper (PT. RAPP) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat atau Community Development (CD). Tidak hanya di Desa Tumang, pemandangan serupa juga terlihat di Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib dan Desa Sei Rawa, Kecamatan Sei Apit di Kabupaten Siak.
Sebanyak 642 anak di 12 wilayah dari 5 Kabupaten di sekitar wilayah operasional PT RAPP, telah dikhitan secara gratis dalam setahun kemarin. Acara khitanan massal yang dilakukan di Kabupaten Siak merupakan salah satu dari rangkaian acara yang dilaksanakan oleh PT. RAPP selama tahun 2014.
Seorang siswa usai disunat mendapat ucapan selamat.CD Manager PT. RAPP, Lukman mengatakan program khitanan massal ini merupakan salah satu program sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
''Khitanan masal yang dilaksanakan selama tahun 2014 berjalan dengan sukses. Kami berharap melalui kegiatan khitanan masal ini, menimbulkan ikatan yang lebih mendalam antara perusahaan dengan masyarakat sekitar,'' jelasnya.
Lukman menambahkan dalam pelaksanaan khitanan massal ini menelan dana sebesar 170 juta rupiah dan melibatkan seluruh tim CD Officer di lapangan.
''Namun tentunya hal ini sebanding dengan senyum mengembang dari para peserta khitanan setelah mereka selesai dikhitan, mengingat masih banyak masyarakat yang tidak mampu mengkhitankan anaknya karena kekurangan dana,'' pungkasnya.
Siswa yang sudah disunat.Kepala Desa Tumang, M Tahir yang ditemui pada saat kegiatan khitanan menyambut baik kesediaan PT. RAPP telah melakukan kegiatan ini, apalagi para peserta merupakan warga yg tergolong tak mampu. ''Kami berharap kegiatan ini tetap berjalan setiap tahun karena masih banyak masyarakat yang kurang mampu dan sangat terbantu melalui kegiatan ini,'' ungkapnya.
Salah seorang peserta khitanan massal, Adit yang merupakan peserta terkecil kelahiran 2009 ini, awalnya agak ketakutan ketika pertama kali datang ke lokasi. ''Iya takut, katanya sakit,'' katanya. Namun ketakutan tersebut berujung pada senyuman ceria ketika gilirannya selesai.
''Tenyata ndak sakit, seperti di gigit semut aja,'' katanya sambil tertawa kecil bersama teman-teman lainnya. Tapi, ketika ditanya apakah mau dikhitan sekali lagi, ''ndak,'' spontan jawab mereka singkat.
Salah satu kegiatan Khitanan Massal yang digelar PT. RAPP melalui program CDnya, yang berlangsung di Desa Teluk Binjai, Kabupaten Pelalawan, beberapa waktu lalu.Untuk menambah kegembiraan, para peserta khitan mendapatkan bingkisan berupa sarung dan peci, sehingga dapat digunakan untuk beribadah. Kegiatan tahunan khitan massal yang diadakan PT. RAPP pada tahun 2014 yang mulai dilaksanakan sejak bulan Juni ini mendapatkan respon positif dari masyarakat. Dengan melihat besarnya antusiasme masyarakat untuk mengikutsertakan putranya dalam khitanan massal ini, menjadikan alasan bagi perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia Tenggara ini untuk kembali mengadakan khitanan massal ke depannya. ***
Para peserta khitanan massal berfoto bersama dengan perwakilan PT. RAPP, para orang tua, dan aparat pemerintahan desa setempat, beberapa waktu lalu, di Siak.
Para peserta khitanan massal berfoto bersama dengan perwakilan PT. RAPP, para orang tua, dan aparat pemerintahan desa setempat, beberapa waktu lalu, di Siak.
Para peserta khitanan massal berfoto bersama dengan perwakilan PT. RAPP, para orang tua, dan aparat pemerintahan desa setempat, beberapa waktu lalu, di Siak.
Tinjauan dari Lurah Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing bersama perwakilan PT. RAPP pada saat khitanan massal yang digelar di Desa Muara Lembu, beberapa waktu lalu.
Tinjauan dari Lurah Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing bersama perwakilan PT. RAPP pada saat khitanan massal yang digelar di Desa Muara Lembu, beberapa waktu lalu.