SELATPANJANG,GORIAU.COM - Sebanyak 52 Anggota Kepolisian di lingkungan Kepolisian Resor Kabupaten Kepulauan Meranti, mengikuti Tes Psikologi (Pesikotes). Tes ini sendiri dilakukan untuk pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan senpi bagi anggota polri.

Diketahui sebelumnya, 52 personil polisi ini mengikuti psikotes di gedung SMK Patria Dharma Jalan Rumbia, Selatpanjang pada Kamis (11/12/2013) kemarin. Tes ini berlangsung sejak pagi hingga siang. Setiap anggota diharuskan mengisi soal-soal yang sudah dipersiapkan dengan bimbingan dari Bagian psikologi biro SDM Polda Riau.

Kapolre Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, ketika ditemui wartawan, Selasa (17/12/2013) mengatakan terkadang anggota yang memegang senjata terjadi arogans. Untuk itu Ia meminta agar dilakukan pemeriksaan psikologi ini.

"Agar setiap anggota polri diperiksa kejiwaan apalagi menggunakan senjata api. Kita kan juga perlu mengetahui tipe orang itu seperti apa, dari psikotes itulah akan terlihat," kata Pandra.

Ditambahkan Pandra lagi, sebelumnya terjadi penembakan oleh salah seorang personil ke salah seorang satpam di Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Agar ini tidak terulang, maka kepala wilayah diminta untuk mengambil langkah dengan melakukan psikotes.

Menurut Pandra pula, para pimpinan di setiap tingkatan diminta untuk memberikan app kepada anggota yang akan melakukan giat di lapangan, dalam penggunaan senjata api agar tetap mengacu pada protap yang berlaku serta memperhatikan keselamatan jiwa masyarakat sehingga tidak terjadi kasus salah tembak.

Selain itu para pimpinan di setiap tingkatan ini diminta untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan senpi bagi anggota polri dengan melakukan pemeriksaan senpi dan kelengkapan surat-suratnya secara berkala.

Pimpinan di setiap tingkatan ini juga diminta untuk menarik senpi yang dipakai anggota yang mengalami prilaku menyimpang karena stress, terlibat narkoba atau kasus pelanggaran pidana, disiplin, kode etik, mutasi, pendidikan dan simsa habis masa berlakunya, serta meminjam pakaikan senpi kepada yang tidak berhak.

"Kemarin kita melakukan tes psikologi secara berkala terhadap anggota pemegang senpi dinas maupun bagi yang mengajikan permohonan baru bagi pinjam pakai senpi dinas. Kita juga akan lakukan latihan menembak secara berkala," kata Pandra kepada wartawan.

Di samping itu, pimpinan di suatu wilayah juga diminta menindak tegas terhadap setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran berkaitan dengan penyalah gunaan senjata api.(zal)