
RENGAT, GORIAU.COM - Wakil Bupati Indragiri Hulu, Harman Harmaini menegaskan bahwa jumlah orang miskin di kabupaten tersebut pada tahun 2013 sudah menurun. Hal itu juga tercermin dari pembagian raskin yang semakin hari semakin menunjukkan angka yang semakin mengecil.
Demikain diungkapkan Wakil Bupati Inhu, Harman Harmaini, Selasa (9/4/2013) saat memimpin rapat koordinasi di aula Bappeda Inhu, Selasa (9/4/2013). Hadir dalam acara tersebut, Kaban Bappeda dan Litbang Inhu Isjarwadi, Ketua BPS, Kepala SKPD, Kabid, Kabag serta Kakan yang ada di Inhu.
Dikatakan, penyaluran beras miskin (raskin) harus tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga masyarakat yang hidup atau ekonominya yang berada diatas garis kemiskinan tidak lagi menerima bantuan tersebut, hal ini guna lebih menurunkan lagi angka kemiskinan di Inhu pada tahun yang akan datang, sebutnya.
Menurunnya angka kemiskinan ini, dapat dilihat turunnya jumlah keluarga yang menerima bantuan raskin, yakni dari tahun 2012-2013 terjadi pengurangan raskin sebanyak 700 Kepala Keluarga (KK), sehingga penerima raskin tahun ini menjadi 12.000 orang.
Kepala BPS Inhu, Ir. Budianto dalam sambutannya mengatakan, kemiskinan di Inhu Tahun 2011 turun sebesar 7,25 persen, dalam setiap tahunnya turun sebesar 1,67 persen, penurunan angka kemiskinan ini paling besar yakni di Kecamatan Rengat Barat dan Kelayang. Dimana faktor-faktor yang berperan penting adalah harga komoditi, pertumbuhan ekonomi dan kenaikan pendapatan penduduk.
Pendapatan penduduk pada Bulan Maret 2010 hingga 2011 didukung oleh upah buruh yang naik sebesar 7,14 persen. BPS menghitung garis kemiskinan dari Tahun 1964 dilakukan setiap tahun tapi untuk tahun ini dilakukan empat kali selama satu tahun yaitu bulan Maret, Juni, September dan Desember.
Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah ini di lanjutkan dengan Forum Diskusi yang dipimpin oleh Bupati H.Harman Harmaini, SH.MM dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. (aun/jf)