SELATPANJANG - PT Nasional Sago Prima (NSP) yang beroperasi di Kepulauan Meranti, Riau, telah menyiapkan tanaman kehidupan sekitar 150 hektar. Tanaman dalam bentuk kebun sagu ini siap diserahkan ke masyarakat di Kecamatan Tebingtinggi Timur, tempat PT NSP beroperasi.

Informasi itu disampaikan Humas PT NSP, Setyo Budi Utomo, ketika ditemui di Selatpanjang, Rabu (6/1/2015). Kata Budi, tahun lalu (tahun 2014, red) mereka sudah menanam sagu di lahan konsesi perusahaan sekitar 150 Ha. Sagu untuk tanaman kehidupan itu ditanam di Desa Lukun, Batin Suir dan Kepaubaru.

Guna mematangkan perjanjian dengan pihak penerima (pihak desa), PT NSP akan menggelar rapat di Kecamatan 3T. Hal ini juga menjawab atas permohonan penundaan rapat dengan pihak kecamatan, Selasa (5/1/2015) kemarin.

"Kita memang minta dijadwal ulang rapat itu. Karena, kalau tanggal 5 kemungkinan besar kita tidak bisa full tim ke sana. Makanya, agar rapat itu menghasilkan kesepakatan bersama dan kami bisa turun full tim termasuk dengan GM, kami minta rapat itu dijadwal ulang. Tapi intinya kita tetap akan rapat untuk teknis penyerahan tanaman kehidupan itu," kata Budi menjelaskan.

Budi juga mengakui, luasan tanaman kehidupan yang baru sekitar 150 Ha itu kurang dari target 1.100 Ha (100 Ha untuk 10 desa ditambah 1 kecamatan, red). Namun demikian, perusahaan berjanji akan tetap menambahkan tanaman kehidupan tersebut. "Tapi ini secara bertahap, mudah-mudahan tahun ini kita bisa menanam lebih banyak dibandingkan tahun 2015. Kita komit sesuai dengan yang telah kita sepakati," kata Budi.

Kemudian, terkait CSR perusahaan, Budi mengaku memang di tahun 2015 mereka hanya bisa menyalurkan sekitar Rp700 juta saja. Jumlah ini kurang jika dibandingkan tahun 2014 lalu yang mencapai Rp1,2 miliar."CSR 2015 itu lebih banyak ke bantuan-bantuan kegiatan dengan nominal sekitar Rp700 juta," ujarnya lagi. ***