PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian Daerah Provinsi Riau mencatat sepanjang Januari - September 2013 lebih 200 warga daerah itu menjadi korban peristiwa kecelakaan tanpa pelaku atau tabrak lari.

Data Ditlantas Polda Riau yang diterima Antara di Pekanbaru, Rabu, menyatakan bahwa 80 orang di antaranya bahkan meninggal dunia akibat luka berat yang dialami.

Sementara sekitar 85 orang diantaranya mengalami luka berat dan sebagian mengalami cacat fisik.

Kemudian, data kepolisian juga menyebutkan, ada sebanyak 68 orang mengalami luka ringan namun tetap menjalani berobatan di pusat kesehatan terdekat yang berada di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur Aryo Tejo mengatakan, telah terjadi sebanyak 140 peristiwa kecelakaan yang merenggut korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka di Riau namun tanpa pelaku.

Kasus terbanyak, kata dia, terjadi di wilayah Kota Pekanbaru, yakni 30 peristiwa dengan korban meninggal dunia sebanyak 14 orang dan 12 luka berat serta 10 diantaranya mengalami luka ringan.

Kerugian akibat rentetan peristiwa kecelakaan di Pekanbaru itu menurut data kepolisian setempat mencapai Rp24 juta.

Kemudian di Kabupaten Rokan Hilir terjadi sebanyak 26 kali laka lantas tanpa pertangungjawaban pelaku, dimana jumlah korban meninggal dunia ada sebnayak 21 orang, luka berat 21 orang, dan yang mengalami luka ringan sekitar dua orang.

Kerugian atas laka lantas di Rokan Hilir itu yakni mencapai Rp97,5 juta.

Selanjutnya di Kabupaten Siak terjadi 23 kali tabrak lari dengan korban meninggal dunia sebanyak 11 orang, luka berat 18 orang, dan luka ringan 14 orang, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp257,5 juta.

Selanjutnya di wilayah hukum Polres Kampar terjadi terjadi 15 kali tabrak lari, korban meninggal dunia delapan orang, luka berat sembilan orang, dan luka ringan 10 orang dengan total kerugian mencapai Rp88,6 juta.

Untuk di Kabupaten Pelalawan ada sebanyak 13 kasus, lima meninggal dunia, sembilan luka berat, dan selapan luka ringan dengan krugian mencapai Rp123,4 juta. ***