JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta polisi menjaga Ivan Armadi Hasugihan, pelaku pengeboman di Gereja Katolik Santo Yosep, Jalan Dr Mansur, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu.
''Polisi harus menjaganya. Jangan sampai mati,'' kata Dahnil.
Hal itu disampaikan Dahnil menanggapi pengakuan Ivan Armadi Hasugihan, bahwa aksi penyerangan terhadap pendeta dan percobaan bom bunuh diri dilakukannya karena disuruh orang tak dikenal.
"Pengakuannya yang menyatakan disuruh melakukan bom bunuh diri oleh orang tak dikenal itu tak masuk akal," katanya, Minggu (28/8).
Pengakuan pelaku diperlukan dalam penyelidikan yang intensif dan penuh keterbukaan untuk mengungkap apa motinya melakukan kejahatan tersebut. "Selama ini penyelidikan kepolisian sering kurang terbuka. Masalah penyelidikan terorisme seringkali tak tuntas dan tertutup," terang Dahnil.
Tersangka pengeboman kali ini, ujar dia, harus tetap hidup. Sebab ia harus menjadi pintu masuk mengungkap siapa dalang yang bermain di belakang terorisme ini.***


