MALANG, GORIAU.COM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpamitan kepada sekitar 37 ribu petani dan nelayan yang menghadiri acara pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan XIV Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/6/2014) sore.

Yudhoyono menyatakan masa tugasnya tinggal 4,5 bulan lagi, sehingga kehadirannya di Pekan Nasional KTNA ini merupakan yang terakhir kalinya sebagai presiden. Untuk itu, Yudhoyono mengingatkan semua petani dan nelayan agar aktif menyukseskan pelaksanaan pemilihan presiden dan mendukung siapa pun presiden terpilih.

"Karena empat setengah bulan lagi saya akan mengakhiri masa tugas sebagai Presiden RI. Saya mendoakan, memohon pada Allah, agar kesejahteraan para petani, nelayan, dan petani hutan semakin baik," kata Yudhoyono pada akhir pidatonya.

Presiden keenam itu berkeyakinan, presiden ketujuh yang akan memimpin Indonesia mulai 20 Oktober mendatang juga memiliki kecintaan kepada petani, nelayan, dan petani hutan. "Saya berharap dukungan Saudara semua juga diberikan pada presiden kita yang baru," ujar Yudhoyono.

Selain ditemani sang istri, SBY juga didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri-Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Pertanian Suswono, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo.

Prabowo: Saya Berutang Budi pada Petani dan Nelayan

Sehari sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto menyatakan sangat berutang budi pada petani dan nelayan karena merekalah yang banyak membantu Prabowo dan pasukan saat ia masih menjadi tentara. Petani dan nelayan pun sangat berjasa di masa perjuangan kemerdekaan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo Subianto di hadapan seribuan peserta rembuk utama Pekan Nasional XIV Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di pendapa Pemerintah Kabupaten Malang di Kecamatan Kepanjen, pada Jumat (6/6/2014). Di atas mimbar, ia menyatakan bahwa kehadiran dan pidatonya bukan dalam rangka kampanye.

"Waktu muda, waktu saya masih jadi tentara, saya berutang budi pada nelayan dan petani. Merekalah yang memberi makan tentara selama kami bertugas di lapangan. Sesungguhnya kemerdekaan ada di tangan petani dan nelayan," kata Prabowo.

Calon presiden yang dijagokan Koalisi Merah Putih (Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golkar) itu menegaskan siap memperjuangkan nasib petani dan nelayan bila terpilih menjadi presiden. Indonesia harus mampu berswasembada pangan lagi.

"Kita bisa hidup tanpa mobil. Kita bisa hidup tanpa pesawat. Kita bisa hidup tanpa gedung mewah pencakar langit. Tapi, kalau tidak ada beras, tidak ada pangan, tidak ada makanan, tidak akan ada yang namanya negara," kata bekas Komandan Jenderal Kopassus itu disambut teriakan para hadirin. "Indonesia harus dimodernisasi dengan tetap berlandaskan pada pembangunan sektor pertanian. Insya Allah, di tiap desa ada peternakan," ujarnya lagi.

Ketua Umum KTNA Winarno Tohir mengatakan Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan. Prabowo menjadi Anggota Kehormatan KTNA sejak 2005. Selain Prabowo, calon presiden Joko Widodo pun boleh saja menghadiri Pekan Nasional Tani Nelayan.

Pekan nasional KTNA berlangsung sampai Rabu, 11 Juni 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan membuka pekan nasional yang dihadiri sekitar enam ribu peserta dari seluruh Indonesia pada Sabtu besok. Prabowo berada di lingkungan kantor bupati sekitar 30 menit. Ia sempat menegaskan bahwa kehadiran dan pidatonya bukan dalam rangka kampanye.

Prabowo Subianto tiba di Kepanjen dengan menumpang helikopter yang mendarat di lapangan Krapyak, sekitar pukul 09.20 WIB. Dengan Toyota Alphard, Prabowo dibawa ke pendapa. Setiba di lokasi acara, Prabowo langsung disambut para petinggi organisasi KTNA dan Bupati Malang Rendra Kresna. Prabowo tampak santai di tengah massa. Ia menikmati suguhan cenil, kue lapis, dan kopi.

Dari pendapa, Prabowo Subianto melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Baiturrahman, Kepanjen, terus ke Kota Malang dan tak lama kemudian melanjutkan perjalanan ke Pasuruan dengan menumpang helikopter.***