BATUSANGKAR, GORIAU.COM - Gara-gara tebalnya kabut asap yang diduga berasal dari Riau, letusan Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat, sulit dipantau.
Gunung Marapi meletus Rabu (26/2/2014) sore, selama 38 detik, sehingga menyemburkan abu vulkanik. Gunung ini berstatus waspada sejak Agustus 2011 lalu. Sebelum meletus Rabu sore, sesungguhnya aktivitas vulkanik Marapi cenderung turun.Letusan Marapi disertai gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 30 milimeter. Petugas pemantau Gunung Marapi, Parmo, menyatakan letusan Marapi kali ini tidak bisa dipantau secara visual.“Letusan maupun hembusan abu dari gunung ini sulit dipantau karena kabut asap pekat yang menyelimuti Marapi sejak beberapa bulan lalu,” ujarnya, Kamis (27/2/2014). Kabut asap ini berasal dari kebakaran hutan yang melanda Sumatera, terutama di Riau.Letusan Marapi kemarin menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah di kaki Gunung Marapi, misalnya Kecamatan Sepuluh Koto, Kecamatan Batipuah, dan Kecamatan Tanah Datar. Beberapa rumah dan kendaraan milik warga tertutup abu vulkanik tipis.Meski demikian, letusan Marapi ini tak berpengaruh pada kegiatan sehari-hari warga. Masyarakat setempat tetap beraktivitas seperti biasa, namun diminta tidak mendekat pada radius 3 kilometer dari puncak Marapi.***

