JAKARTA, GORIAU.COM - Pesawat Aviastar dari Masamba di Kabupaten Luwu Utara dilaporkan hilang kontak saat terbang menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Pesawat itu membawa 10 orang.

"(Pesawat) lost contact setelah 7 menit lepas landas," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat dihubungi detikcom via telepon, Jumat (2/10/2015) malam.

"Diperkirakan (hilang) sekitar 20 nautical miles (sekitar 37 km,red) dari Bandara Masamba," sambung Jonan.

Pesawat Aviastar rute Masamba hilang kontak dalam perjalanannya menuju Makassar pada pukul 13.36 WIB setelah lepas landas 13.29 WIB. Pesawat yang mengangkut 10 orang itu merupakan pesawat perintis jenis Twin Otter DHC-6. Di dalamnya terdapat 10 orang, dengan rincian 7 orang penumpang dan 3 orang kru.

Kabasarnas Marsekal FHB Sulistyo mengatakan pihaknya telah mengerahkan timnya untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat perintis Aviastar yang hilang kontak menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Sedikitnya ada 100 orang dari Tim SAR Makassar yang sudah dikerahkan.

"Sudah ada tim kita untuk mencari. Dari Tim SAR Makassar ada 100 orang," ujar Sulistyo saat dihubungi, Jumat (2/10/2015).

"Ada juga dari Pasar Bone-Bone yang sudah berangkat dari sore tadi," lanjutnya.

Sulistyo akan bertolak ke Makassar pada pukul 23.00 WIB malam ini. Dia terbang bersama Deputi Potensi Badan SAR Nasional (Basarnas). "Pesawatnya jam 23.00 WIB malam," kata Sulistyo.

Dari Makassar, Sulistyo akan menuju ke Pos SAR Bone. Saat ini Basarnas masih mencari kemungkinan posisi terkahir pesawat dengan rute Masamba-Makassar itu. Pesawat tersebut terakhir melaporkan posisi mereka setelah 8 menit lepas landas.

Pesawat yang dioperasikan Aviastar ini mempunyai tipe/registrasi DHC6/PKBRM. Statusnya kini resmi dinyatakan hilang.

Presiden Direktur PT Aviastar Mandiri Muhammad Sundoro membenarkan bahwa salah satu pesawatnya hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan. Pihak perusahaan masih terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan guna mencari keberadaan pesawat. "Jika ada info terbaru, nanti saya kabarkan. Sampai saat ini kami masih berikan status hilang kontak ke pesawat kami," katanya kepada Tempo.

Kepala Sub-Direktorat Pelayanan Jasa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar Sujarwo mengatakan pantauan cuaca dari Makassar dan Masamba pada pukul 11.00-15.00 menunjukkan cuaca di sekitar jalur yang dilalui pesawat Aviastar cerah.

"Saat dilaporkan pesawat hilang, kondisi cuaca aman untuk penerbangan," katanya kepada Tempo, Jumat, 2 Oktober 2015.

Sujarwo menuturkan kondisi saat itu tidak ada awan tebal atau awan kumolonimbus. Kecepatan angin juga normal, sekitar 18 kilometer per jam.

Sujarwo menambahkan, daerah Sulawesi Selatan masih dilanda kemarau. "Kalaupun ada awan di jalur penerbangan, hanya awan tipis," ujarnya.***