KUALALUMPUR, GORIAU.COM - Pejabat kepolisian Malaysia Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan, seorang dari 2 penumpang Malaysia Airlines yang menggunakan  paspor curian telah diketahui identitasnya.

Identifikasi penumpang itu diperoleh dari  rekaman CCTV (close circuit television) bandar udara Kualalumpur. "Saya tidak dapat membocorkan asal negaranya saat ini," kata  Khalid Abu Bakar, Senin (10/3/2014), seperti dilansir The Star, Senin (10/3/2014).Polisi, ujarnya, tengah berusaha mencari tahu informasi lebih lanjut tentang dua penumpang ini dari imigrasi diantaranya bagaimana cara mereka masuk ke Malaysia. Namun ia memastikan, penumpang itu bukan berasal dari Xinjiang, Cina.Khalid juga mengatakan pihaknya belum memverifikasi pernyataan organisasi militan yang mengaku bertanggung jawab atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH 370 pada Sabtu dini hari, 8 Maret 2014. Polisi Malaysia juga belum mengaitkan hilangnya pesawat ini dengan aksi terorisme.Dua penumpang mencuri paspor milik warga Italia, Luigi Maraldi, dan warga Austria Christian Kozel saat keduanya berlibur di Thailand. Sementara pencarian pesawat hilang diperluas hingga ke Selat Malaka dekat Semenanjung Malaysia. Ini dilakukan karena ada dugaan pesawat itu berbalik arah ke Malaysia.Berwajah AsiaSementara Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan penumpang Malaysia Airlines MH370 yang menggunakan paspor milik warga negara Italia dan Austria berwajah khas Asia. Keduanya diduga tidak melanjutkan perjalanan hingga ke Beijing, Cina.Ahmad Zahid mengaku heran petugas imigrasi tidak menemukan keanehan ketika memeriksa kedua penumpang tersebut. "Saya masih penasaran. Tidak bisakah petugas imigrasi ini memikirkannya? Warga Italia dan Austria (pemegang paspor) dengan penampilan orang Asia," kata Ahmad Zahid seperti dilansir Reuters, Minggu malam (9/3).Harian South China Morning Post pada Minggu (9/3), memberitakan tujuan akhir penerbangan kedua penumpang Malaysia Airlines berpaspor curian itu ternyata berbeda. Satu orang ke Kopenhagen, Denmark, sementara yang lain ke Frankfurt, Jerman.Sebelumnya,  kedua orang itu disebutkan membeli tiket secara bersamaan berdasarkan sistem verifikasi tiket China, Travelsky. Tiket dibeli dari China Southern Airlines menggunakan mata uang Thailand, baht. Nomor kedua tiket tersebut berurutan, yang mengindikasikan kedua tiket dikeluarkan bersamaan.Interpol mengkonfirmasikan bahwa kedua penumpang itu menggunakan paspor curian. Juru bicara Interpol mengatakan semua dokumen pesawat yang hilang pada Sabtu dinihari, 8 Maret 2014, telah mengungkap lebih banyak tentang kecurigaan pada paspor-paspor lainnya sehingga dilakukan investigasi lebih lanjut. Namun ia menolak menyebutkan berapa banyak paspor lainnya itu dan dari negara mana saja.***