PEKANBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Riau menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di wilayah Sumatra sepanjang tahun 2025. Riau memberikan kontribusi sebesar 22,88 persen, menempatkannya sebagai motor penggerak ekonomi regional kedua setelah Sumatera Utara.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, Kamis (5/2/2026), menyampaikan bahwa secara agregat ekonomi Sumatra pada 2025 tumbuh positif sebesar 4,81 persen. Seluruh provinsi di kawasan tersebut mengalami pertumbuhan, dengan Kepulauan Riau mencatat angka tertinggi sebesar 6,94 persen.

"Jika ditinjau berdasarkan kontribusi PDRB dari tiap provinsi di wilayah regional Sumatra, Sumatera Utara dan Riau memiliki kontribusi tertinggi yaitu masing-masing sebesar 23,54 persen dan 22,88 persen," ujar Asep Riyadi.

Kinerja ekonomi Riau secara mandiri juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2025 mencapai 4,79 persen, mengalami peningkatan dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar 3,52 persen.

"Nilai PDRB Riau atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp1.201,38 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp598,61 triliun," urainya.

Asep Riyadi menambahkan, pertumbuhan ini didorong oleh geliat di berbagai sektor. Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,41 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri menjadi motor utama dengan pertumbuhan mencapai 11,86 persen.

Memasuki triwulan IV-2025, ekonomi Riau tetap menunjukkan penguatan dengan tumbuh 4,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode ini, sektor jasa keuangan dan asuransi mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling signifikan sebesar 17,49 persen.

Struktur ekonomi Riau sendiri masih kokoh ditopang oleh tiga sektor utama. Industri pengolahan mendominasi dengan andil 29,83 persen, disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 28,19 persen, serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 16,10 persen.

"Ekonomi Riau triwulan IV-2025 terhadap triwulan sebelumnya tetap tumbuh sebesar 0,12 persen," pungkasnya. ***