JAKARTA, GORIAU.COM - Seorang bocah berusia 11 tahun di Paraguay telah melahirkan bayi perempuan seberat 3,5 kilogram. Bocah itu melahirkan dengan operasi caesar di rumah sakit (RS)Â Reina Sofia. Sang bocah yang kini telah jadi ibu dilaporkan kondisinya stabil.
"Si ibu sedang memulihkan diri pasca operasi," kata salah satu petugas medis, dr Mario Villalba kepada radio lokal dan dikutip dari BBC pada Jumat (14/8/2015).
Pihak berwenang mengatakan kehamilan anak tersebut karena ia diperkosa oleh ayah tirinya. Saat ini sang ayah yang berumur 42 tahun telah dipenjara. Ibu dari anak itu juga tak luput dikenai hukuman karena dianggap lalai.
Lembaga Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyayangkan keputusan Menteri Kesehatan Paraguay yang menolak permohonan aborsi sang anak Mei lalu. Ketika itu keputusan diambil dengan alasan aborsi tak perlu dilakukan karena tak membahayakan nyawa.
Para ahli HAM di PBB menilai Paraguay telah gagal melindungi anak. Amnesty International mengatakan bahwa pemerintah memaksa anak untuk melahirkan dan menjadi ibu.
Kondisi hamil muda di Paraguay sering terjadi. Dokter Mario mengatakan di tempat praktiknya saja ada dua remaja berumur 12 tahun sedang menunggu untuk melahirkan.
"Mereka semua sedang berjuang. Anda harus investasi pendidikan, tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali itu," ujar dr Mario.
World Health Organization (WHO) mengatakan kehamilan dini di bawah 15 tahun adalah penyabab utama tingginya angka kematian ibu akibat komplikasi di negara-negara berkembang.***


