SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Meranti akan memanggil pihak ketiga penyedia tiang batu untuk listrik Alai-Mengkikip. Pasalnya, pengangkutan tiang batu yang dibongkar di Sungai Perumbi Desa Alai Kecamatan tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, itu mengancam jembatan Perumbi.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Darat Dishub Meranti, Jumakir P, ketika ditemui GoRiau.com, Senin (17/3/2014). Jumakir P mengaku akan ke Jembatan Perumbi siang ini pukul 15.00 WIB.

"Kita akan ke lapangan (jembatan perumbi, red) untuk cek langsung. Kita stop dulu pekerjaannya baru panggil pihak ketiga," kata Jumakir menjawab GoRiau.com.

Ditambahkan Jumakir, sebelumnya pihak ketiga maupun kecamatan selaku yang mempunyai lahan tidak pernah mengabarkan ke Bidang Darat Dishub Meranti bahwa akan ada aktifitas bongkar angkut di Perumbi. Pihak ketiga dikabarkan hanya menyurati Bidang Laut terhadap aktivitasnya di Sungai Perumbi itu.

"Sebelumnya kita tidak dikasih tahu oleh rekanan. Atas laporan dari Camat juga, kita sudah memasangkan rambu bahwa melebihi 2 ton, kita tidak benarkan untuk lewat di Jembatan itu," ungkapnya lagi.

Selain itu, kekhawatiran akan ambruknya jembatan berusia belasan tahun tanpa perawatan ini juga disampaikan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Tebing Tinggi Barat (Hipma-TTB) Basirruddin.

Menurut Basirruddin, rambu-rambu yang dipasangkan Dishub Meranti juga kurang efektif, sebab tidak ada yang tahu berapa berat truk pengangkut dan tiang batu itu.

"Kita khawatir jembatan satu-satunya penghubung desa ke kota itu akan ambruk, itu saja. Kita minta lah semua pihak memikirkan hal yang sama, sebab bukan saja masyarakat Tebing Tinggi Barat, masyarakat Pulau Merbau dan Merbau juga melewati jembatan itu," ungkap Basir.

Basir juga mengaku telah berkali-kali menemui Camat TTB membicarakan hal itu. Mereka meminta agar camat mencari alternatif lain untuk tempat bongkar tiang batu agar pengangkutan tidak melewati Jembatan Perumbi.(zal)