
PEKANBARU - Polresta Pekanbaru Riau, akan menyelidiki siapa admin media sosial (Medsos) serta lakukan pemanggilan, menyusul maraknya postingan isu yang tidak benar alias hoax, sehingga menyebabkan keresahan di masyarakat Kota Pekanbaru.
Warga belakangan diresahkan dengan sejumlah postingan di media sosial, mulai dari korban tewas Dibegal yang ternyata cuma hoax dan bukan terjadi di Pekanbaru. Belum lagi kejadian lain yang ternyata pihak kepolisian tidak membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dampak dari postingan Hoax tersebut membuat masyarakat jadi resah. Mestinya, admin Medsos memastikan kebenaran kiriman tersebut sebelum mengunggahnya ke publik, misalnya dengan mengkonfirmasinya kepada kepolisian sehingga tidak simpang siur.
Menyikapi ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto angkat bicara. Ia memastikan, polisi tidak akan tinggal diam menyikapi maraknya isu tersebut tersebar di media sosial, apalagi kalau ternyata cuma hoax.
"Terkait menyebarnya isu hoax akhir-akhir ini di media sosial, Polresta Pekanbaru akan melakukan penyelidikan dan memanggil admin grup Medsos yang menyebar isu Hoax itu, karena menimbulkan keresahan di masyarakat," ujarnya pada Sabtu (23/12/2017) siang.
Beralasan, apalagi dengan beredarnya isu Hoax khususnya kasus pembegalan, membuat masyarakat resah dalam beraktivitas. Yang jelas, kewaspadaan perlu ditingkatkan, dengan tidak menaruh barang berharga disembarangan tempat, terutama bagi pemotor.
Pun kalau mengalami kejahatan jalanan, korban hendaknya membuat laporan ke kepolisian setempat, agar dapat segera dilakukan pengusutan sehingga penegak hukum dapat segera meringkus pelakunya. Hindari pula aksi main hakim sendiri.
Belakangan ini, beredar foto wanita yang tewas diisukan korban Begal. Lalu pria yang terluka dan dikatakan korban Begal. Padahal dua kasus itu terjadi bukan di Kota Pekanbaru. Ini sempat jadi buah bibir dimasyarakat pasca beredar di grup chatting dan diposting di media sosial.
Lalu postingan permen susu yang dikatakan mengandung Narkoba beredar di Pekanbaru. Pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru memastikan kalau itu hanyalah Hoax. Namun efeknya, masyarakat dibuat resah atas informasi yang tidak benar tersebut.
Kriminolog Riau sekaligus Wakil Dekan III Fisipol Universitas Islam Riau Kasmanto Rinaldi juga sempat membahas fenomena tersebut saat berbincang dengan GoRiau.com. Salah satunya menyebarnya info Hoax, yang dapat menimbulkan terjadinya Fear Of Crime di masyarakat.
Mahasiswa Doktoral Kriminologi UI menjelaskan, Fear of crime adalah suatu kondisi dimana masyarakat tidak merasakan lagi rasa aman dalam beraktivitas. Salah satu dampak buruknya akan menghasilkan konflik horizontal, dan membuat mereka (Masyarakat) menjadi mudah percaya pada isu dan provokasi.
Ada kemungkinan pergeseran yang terjadi di masyarakat ketika mengalami fear of crime, yang pada mulanya merasa takut (fear) berubah menjadi keberanian atau fearlessness. Dalam konteks kejadian ini, tidak tertutup kemungkinan, ditengah maraknya informasi di Medos yang tidak jelas kebenarannya, masyarakat mengalami rasa takut dan gelisah yang berujung kepada keberanian, bahkan benci kepada pelaku Begal, sehingga main hakim sendiri dianggap sebagai solusi kepuasan batiniah mereka dari rasa takut. ***