SELATPANJANG, GORIAU.COM - Karena berada di daerah perbatasan antar negara, Kabupaten Kepulauan Meranti diuntungkan dalam sisi perdagangan, khususnya untuk produk sagu dan arang. Sebagian produk ini masih dijual menggunakan dolar Singapura, Australia dan sebagian Amerika.

''Pengusaha kita masih jual sagu dan arang menggunakan uang dollar Singapura, Australia dan juga Amerika. Harganya tentu tinggi. Hanya saja mereka umumnya membayar upah pekerja dan membeli bahan baku dengan rupiah,'' Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Meranti Askandar, Jumat (15/2/2013).

Dengan keuntungan transaksi menggunakan dolar dimana harga jual sagu dan arang cukup tinggi, tambahnya, seharusnya para pengusaha sagu dan arang menggaji pekerja sesuai dengan UMK yang sudah ditetapkan.

Karena itu, kata Askandar, pihaknya akan memanggil pengusaha sagu dan arang yang ada di Kepulauan Meranti untuk membicarakan masalah kesejahteraan pekerja. (kpt)