JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku tak lagi mendapat dukungan dari Amien Rais untuk jadi ketua umum pada Kongres PAN 2020.

Amien adalah kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan PAN. Pada Kongres 2015 lalu, politikus senior itu mendukung Zulhas, sapaan Zulkifli, yang saat itu terpilih mengalahkan Hatta Rajasa.

Amien, kata Zulhas, saat ini lebih memilih mendukung Mulfachri Harahap untuk jadi orang nomor satu di PAN periode 2020-2025.

"Memang, betul, Pak Amien kan dukung Pak Mulfachri. Itu sudah jelas ya," kata Zulhas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1).

Zulhas enggan bicara jauh soal dukungan Amien Rais tersebut. Ia hanya mengatakan, meski Amien medukung calon lain, persaingan untuk perebutan kursi ketua umum adalah antara dirinya dengan calon lain.

Selain Mulfachri, Zulhas menyebut nama Asman Abnur sebagai calon ketum. Asman pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Zulhas berkata, kompetisi merupakan hal yang biasa di PAN. Menurutnya, kekompakan antarkader PAN akan kembali terjalin pasca kongres berlangsung.

"PAN itu biasa, karena memang partai yang demokratis. Persaingan, tapi nanti setelah kongres biasanya kompak lagi," tutur Wakil Ketua MPR itu.
Lihat juga: Pengamat Sebut Zulhas Berpeluang Jadi Ketua Umum PAN Lagi

Lebih jauh, Zulhas menyampaikan bahwa Kongres PAN diperkirakan akan berlangsung di Sulawesi Tenggara pada 12 Februari 2020. Menurutnya, panitia telah mengonfirmasi tempat pelaksanaan agenda lima tahunan PAN tersebut saat ini.

"Kira-kira 12 Februari. Lagi dikonfirmasi tempat, hotel, (dan) segala macam. Tapi kira-kira 12 Februari, di Sulawesi Tenggara," ucapnya.

Sebelumnya, Amien berharap putra sulungnya, Ahmad Hanafi Rais, menjadi ketua umum partai politik tersebut. Amien pun memprediksi sejumlah nama bakal bersaing dengan Hanafi.

Di satu sisi, Amien telah memiliki strategi tersendiri agar sang putra menapaki jejaknya. Salah satunya adalah menduetkan Hanafi dengan Mulfachri.

Amien bahkan telah menyiapkan singkatan nama keduanya agar lekat dan populer saat pemilihan nanti.

"Kongres PAN yang saya lihat di petanya itu ada tiga, maksimal empat. Jadi pertama duet Mulfachri Harahap dan Hanafi Rais. Singkatannya MH, mewujudkan harapan," kata Amien, ditemui usai Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PAN Jatim di Surabaya, Minggu (12/1).

Zulhas mendapatkan dukungan dari Amien saat bertarung melawan calon ketua umum petahana PAN Hatta Rajasa di Kongres PAN pada 2015 silam. Kala itu, Amien menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN.

Amien mengungkapkan alasan mendukung Zulhas saat itu ialah demi penyegaran di tubuh partai berlambang matahari biru itu. Amien ingin agar posisi Ketua Umum PAN hanya dijabat seseorang selama satu periode saja.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai, figur Amien Rais dalam kongres PAN masih sangat kuat. Terbukti dari setiap kongres, dukungan Amien Rais terhadap salah satu calon merupakan "kompas" kemenangan kandidat.

Zulkifli Hasan kata Ujang, akan kesulitan mempertahankan kursinya di kongres PAN. Selain meninggalkan Amien Rais, Eks Ketua MPR itu juga dinilai gagal memimpin partai. 

"Ingat waktu pemilihan ketum PAN lima tahun lalu. Terjadi pertarungan antara Zulhas dengan Hatta Radjasa. Dan yang menang Zulhas karena di back up Amiem Rais. Suara dan perintah Amien Rais masih diikuti oleh para kader PAN," katanya kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, dukungan Amien Rais di kongres memiliki pengaruh besar terhadap kandidat. Siapapun kandidat yang didukung berpeluang meraih kemenangan.

"Kalau Zulhas meninggalkan Amien Rais dalam kongres nanti, kecil kemungkinannya Zulhas kembali menang," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai Zulkifli Hasan gagal meningkatkan kursi PAN di Senayan. Bahkan, saat ini posisi PAN hanya menempati urutan 8 dari 9 partai di DPR.

"Tolak ukur keberhasilan seorang memimpin partai bisa dilihat dari perolehan suara partai, kalau kita buat ukuran itu bisa saja. Tapi kan belum tentu ukuran yang kita buat itu adalah ukuran orang-orang partainya," kata Ray Rangkuti.

Diketahui, kursi PAN di Senayan menurun empat. Dari 48 menjadi 44. Hal ini juga sekaligus menempatkan PAN di DPR di posisi bontot. Nomor delapan dari sembilan partai yang ada di Seanayan.***