KOTO KAMPAR - Datuk Marajo Kampar Parial mengimbau masyarakatnya untuk bersatu mendukung Zulfan Hamid menjadi Bupati Kampar ke depan. Sekda Kampar ini dinilai sebagai figur paling tepat untuk kembali mengangkat kejayaan Kabupaten Kampar kedepan.

"Sudah 40 tahun Kampar terbelakang. Dulu awak yang memimpin di depan. Kini ko saatnya bersama saudara awak Zulfan Hamid, putra XIII Koto Kampar untuk membawa Kampar kembali ke puncak kejayaan," kata Datok Marajo Kampar di Masjid Taqwa Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar, Riau, kemarin.

Datuk mengatakan, masyarakat Kampar harus mengubah pola pikir yang terbelakang. Pasalnya sejarah mencatat sejak zaman dulu, Kampar adalah negeri pusat kepemimpinan dan perekonomian.

Sejarah juga memperlihatkan situs peradaban abad 4 masehi yaitu Candi Muara Takus yang ada di XII Koto Kampar merupakan jejak sejarah kedua tertua setelah Kutai Kertanegara di Kalimantan. Kampar adalah pusat cikal bakal Kerajaan Sriwijaya yang sangat besar di Asia Tenggara.

"Kito orang Kampar juga pernah memimpin daerah Riau ini setelah Indonesia merdeka. Kito pernah menjadi daerah penghasil hasil bumi pertanian dan peternakan. Jangan kito lupakan sejarah jati diri kito yang hebat. Kita harus bangkit. Bersama saudara kito Zulfan Hamid, mari kita majukan kembali Kampar yang hebat," lanjut Datuk Marajo.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tanjung Alai Zulhendri. Menurutnya sosok Zulfan Hamid tidak asing lagi bagi masyarakat Tanjung Alai.

"Kami warga Desa Tanjung Alai Insya Allah bersama Zulfan Hamid. Semoga niat baik beliau dikabulkan Allah SWT," ucap Zulhendri.

Dia menambahkan, saat ini jumlah penduduk Tanjung Alai mencapai sebanyak 561 keluarga atau sekitar 2.500 jiwa. Sekitar 1.700 diantaranya masuk ke dalam daftar pemilih tetap Pemilu. Masyarakat Tanjung Alai kini sebagian besar bergantung pada mata pencaharian sebagai petani karet.

Menanggapi hal itu, Zulfan Hamid menyampaikan apresiasi dan rasa terima. Dia bertekad membawa Kampar di puncak kejayaan baik secara pembangunan fisik, perekonomian, dan terutama pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Insya Allah apabila kita semua bersatu bersama-sama maka puncak kejayaan itu bisa kembali kita raih," jelas Zulfan. (*/rul)