
PEKANBARU – Baznas Provinsi Riau ambil bagian dalam penyerahan zakat nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Kamis (27/3/2025). Kegiatan bertema Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan, Lc, MSy, menyebut gerakan ini sejalan dengan program nasional dalam penanggulangan kemiskinan, penanganan bencana, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Zakat bukan hanya ibadah, tapi juga alat penting untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.
Masriadi menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dari kegiatan ini:
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau yang terus mendorong optimalisasi pengumpulan zakat melalui kebijakan dan regulasi yang progresif.
"Pemprov Riau mendukung secara aktif, mulai dari edukasi hingga regulasi pengumpulan zakat profesi bagi ASN dan karyawan BUMD," urainya.
Dukungan tersebut diwujudkan lewat Instruksi Gubernur Riau Nomor 1 Tahun 2019 yang mengatur pemotongan zakat profesi melalui payroll system. Selain itu, Surat Edaran Nomor 59/SE/KESRA/2022 mewajibkan setiap ASN Muslim menunaikan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan bulanan melalui Baznas Riau.
Pemprov juga menyediakan fasilitas kantor representatif bagi Baznas Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, sebagai bentuk komitmen memperkuat profesionalisme pengelolaan zakat.
Dengan kolaborasi yang kian solid, pengumpulan zakat BAZNAS Riau terus meningkat. Sepanjang 2024, lembaga ini berhasil mengumpulkan zakat senilai Rp56,7 miliar.
Atas kinerja tersebut, Riau kembali meraih Baznas Award dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat selama tiga tahun berturut-turut. Baznas Riau juga dinobatkan sebagai lembaga dengan Pengumpulan Zakat Terbaik tahun 2024.
Namun begitu, Masriadi mengingatkan bahwa potensi zakat di Riau masih jauh lebih besar. Berdasarkan kajian Pusat Kajian Baznas RI tahun 2022, potensi zakat Riau mencapai Rp8 triliun, namun total pengumpulan seluruh lembaga zakat baru menyentuh angka Rp200 miliar lebih.
"Masih ada ruang yang luas untuk meningkatkan kesadaran zakat. Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat, kami yakin pengumpulan zakat di Riau akan terus meningkat," pungkasnya. ***