SELATPANJANG, GORIAU.COM - Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kabupaten Kepulauan Meranti meminta pihak kecamatan menarik kembali beras miskin (Raskin) berjamur yang sempat dibagikan ke masyarakat. Ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi apa-apa kepada masyarakat ketika mengkonsumsi beras tersebut.

Demikian disampaikan Ketua YLKP Meranti, Mulyono, ketika dikonfirmasi wartawan terkait disalurnya Raskin berjamur oleh pihak kecamatan di Pulau Merbau di Desa Semukut."Kita prihatin dengan kondisi seperti ini. Kalau berasnya berjamur janganlah disalurkan ke masyarakat. Ini bisa berdampak buruk pada kesehatan masyarakat," kata Mulyono menjawab wartawan.Mulyono juga meminta pihak Kecamatan Pulau Merbau menarik kembali raskin berjamur yang sudah disalurkan ke masyarakat dan menggantikannya dengan Raskin yang baru yang layak dikonsumsi. Selain itu, diharapkan juga agar masyarakat pro aktif untuk melaporkan ke pihak-pihak terkait seperti RT, RW, Dusun, Desa, maupun Camat, jika menemukan raskin yang tidak layak konsumsi.Lebih jauh Mulyono juga mengungkapkan, dengan banyaknya masalah Raskin di Kepulauan Meranti, baik sulitnya penyaluran sampai dengan tantangan alam (hujan dan air laut, red), sudah seharusnya Bulog Pusat membuka hati agar secepatnya merealisasi keinginan Kepulauan Meranti untuk memiliki Gudang sendiri, tanpa harus bergantungan dengan Gudang Bulog di Bengkalis.Dapat disampaikan pula, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Raskin di Desa Semukut berjamur yang diduga akibat terkena air. Beras yang sudah terkena air itu menyatu dan mengeras layaknya batu serta berjamur dan berbau apek. Tidak layak dikonsumsi.Selain itu, pengakuan beberapa warga di Tebing Tinggi Barat, Raskin akhir-akhir ini kurang bagus, dimana beras bukan lagi patahan 3, tetapi sudah lebih hancur dari patahan 3. Kebanyakan dari beras tersebut berbentuk gabah, kalau dipilih-pilih, hanya sedikit beras yang layak dikonsumsi.(zal)