
PEKANBARU, GORIAU.COM - Cuaca ekstrem 'berwujud' hujan deras disertai badai dan gemuruh petir akhir-akhir ini kerap melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Bahkan akibatnya, enam nyawa melayang sia-sia. Kondisinya pun begitu mengenaskan. Tragis !!!
Semua kalangan sebaiknya mewaspadai kondisi 'darurat' cuaca ini karena ; "Diprakirakan hujan disertai gemuruh petir masih akan terjadi hingga awal Mei 2013," kata Warih Budi Lestari, analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Selasa (30/4/2013).
Berdasarkan catatan, keenam korban jiwa tersebut tersambar petir pada waktu dan lokasi yang berbeda. Kejadian pertama yakni pada akhir Maret 2013, dimana dikabarkan dua orang warga Pekanbaru tewas dan tiga lainnya mengalami luka bakar akibat peristiwa alam itu.
Dua korban meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Tenayan Raya dan Bukit Raya, Pekanbaru, bahkan seorang dari tiga korban luka bakar yang selamat merupakan anggota polisi.
Kejadian kedua yakni pada 20 April 2013, dimana dua remaja masing-masing Rahmat Hidayat (16) dan Ade (17), warga Jalan Berdikari, Rukun Tetangga (RT) 3, Rukun Warga (RW) 5, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, tewas tersambar petir saat hujan deras melanda Pekanbaru.
Kedua remaja ini tewas "terpanggang" setelah tersambar petir saat tengah memancing di kanal besar yang berada di Jalan Pesantren, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, tidak jauh dari rumah keduanya.
Sementara dua nyawa lainnya melayang pada Senin (29/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Dikabarkan, Dua warga Desa Sebangar, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang tengah bekerja mencetak batu bata hangus terbakar akibat peristiwa alam itu.
Keduanya diketahui bernama Joni (33) dan Azizan (35), jasadnya ditemukan dalam kondisi "terpanggang" setelah petir menyambar sejumlah kawasan di Desa Sebangar.(fzr)