
PEKANBARU, GORIAU.COM - Razia oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Riau yang dilaksanakan Rabu (17/6/2015) dinihari tadi, menunjukkan indikasi bahwa sejumlah lokasi hiburan malam Pekanbaru, diduga erat kaitannya dengan peredaran narkoba. Tak hanya dari segi jumlah pengunjung yang terjaring, BNN Riau malah temukan pintu rahasia serta ceceran pil yang disinyalir adalah ekstasi.
Tepat pukul 01.00 WIB Rabu dinihari, BNN Riau mulai menyisir empat titik hiburan malam di kota bertuah. Lokasinya adalah Grand Dragon Exlusive Pub & KTV jalan Kuantan Raya, SP International (Ozon,red) jalan Jenderal Sudirman, Sago KTV di kawasan hotel Furaya Pekanbaru, C-7 Executive Club jalan Cempaka Pekanbaru. Dari tempat itu, BNN Riau mengamankan 34 orang positif narkoba.
Ada beberapa hal yang menjadi catatan BNN Riau, seperti misalnya di SP International jalan Jenderal Sudirman, petugas yang menggelar tes urine justru menemukan ceceran pil yang diduga merupakan ekstasi di lantai Pub. Pil warna putih itu disinyalir sengaja dibuang oleh pemiliknya, ketika tim akan masuk dan melakukan pemeriksaan.
"Ada satu butir, dugaan kita ini ekstasi. Selain itu anggota juga menemukan ada pecahan yang sama, namun sudah hancur diinjak. Yang jelas kita amankan untuk kemudian dilakukan pengecekan di kantor," beber Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun di lokasi razia.
Sementara di Sago KTV di kawasan hotel Furaya Pekanbaru, tim BNN Riau justru tidak menemukan seorang pun pengunjung alias nihil. Padahal hiburan ini masih buka, dan pegawainya masih beraktifitas normal. "Ini masih buka apa sudah tutup? Kalo tutup kenapa tidak pulang. Pengunjungnya juga ngak ada," celetuk AKBP Haldun.
Lantaran penasaran, anggota lalu menyisir ruangan. Saat masuk di room VIP, petugas malah menemukan satu pintu 'rahasia' yang diduga memiliki akses untuk keluar menuju ruangan lain di hotel tersebut. Pintu ini berada dibelakang dinding yang terbuat dari kayu. Sekilas ini hanya tampak seperti dinding biasa, namun bisa dibuka seperti lemari pakaian, dimana didalamnya juga terdapat pintu kedua.
"Disini mungkin jalannya. Ini kemana keluarnya? Bisa dibuka?," tanya Haldun yang juga didampingi Kasubdit Rehabilitasi, AKBP Agung Hadi Wijanarko, kepada salahsatu pegawai Sago KTV. Saat itu pegawai tersebut mengatakan kalau pintu tersebut berakses menuju Lounge hotel dan dalam keadaan terkunci.
"Tidak ada pengunjung. Mungkin begitu kita masuk melewati portal mereka sudah terpantau, sehingga kita cek tadi sudah nihil di dalam," tukas AKBP Haldun kepada GoRiau.com, Rabu (17/6/2015) dinihari. (had)