
DURI, GORIAU.COM - Hari kesembilan puasa di bulan suci Ramadan ini, ternyata volume sampah di kota Duri, kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, mengalami peningkatan dari hari biasanya. Rata-rata sampah yang paling banyak saat bulan Ramadan, yaitu sampah yang cepat membusuk, seperti makanan. Untuk membuat kota Duri terlihat bersih, jam kerja petugas kebersihan pun ditambah.
"Kalau hari biasa, volume sampah 155 meter kubik hingga 160 meter kubik. Namun dari awal puasa hingga hari ini, volume sampah meningkat 30 meter kubik per hari atau 39 ton, menjadi 180 meter kubik," ungkap Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Indra Gunawan, saat dikonfirmasi GoRiau.com, Kamis (25/6/2015) siang usai rapat di Bengkalis.
Sampah non organik yang sifatnya cepat membusuk, seperti kertas dan makan, paling banyak ditemukan saat bulan puasa ini, pungkas Indra Gunawan. Dimana kenaikan volume sampah setiap harinya selama bulan Ramadan sekitar 2 persen hingga 3 persen dari biasanya.
"Karena jam kerja ditambah, petugas kebersihan masuk lebih cepat di kota Duri. Armada pengangkut sampah pun bertambah operasionalnya, biasanya hanya sekali mengangkut sampah, bulan Ramadan ini dua kali angkut," kata Indra Gunawan.
Dilanjutkan Indra lagi, armada pengangkut sampah yang ada saat ini siap dalam opersional pengangkutan sampah. Petugas kebersihan lima kali dalam sehari mengangkut sampah, yaitu subuh, pagi, siang, sore dan malam.
Dari pantauan GoRiau.com dilapangan, masih banyak ditemukan sampah yang tercecer di median jalan. Pasalnya, warga kota Duri, belum semuanya membuang sampah di bak-bak yang telah disediakan oleh UPT Dinas Pasar dan Kebersihan kecamatan Mandau.
"Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Bengkalis, khususnya kota Duri, untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kota ini bersih dan sehat, kita juga yang merasakannya," himbau Indra Gunawan kepada masyarakar kota Duri.(ric)