DURI, GORIAU.COM - Setelah bakso yang mengandung boraks dan mie basah berformalin, kini Kota Duri, Mandau, Bengkalis, Riau, kembali diduga adanya jajanan berbahaya. Jajanan berbahaya itu pun memakan korban 6 warga, diantaranya 4 anak-anak dan 2 dewasa. Keenam warga Kota Duri diduga kuat keracunan makanan setelah menyantap bakso bakar dan tahu crispy, Rabu (6/5/2015) sekitar pukul 17.30 WIB di Perumahan Rangau Citra Permai, Jalan Pipa Air Bersih, RT.05 RW.05, Desa Simpang Padang, Mandau.

"Untuk itu kita (Pemerintah Kabupaten Bengkalis) mengharapkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap jajanan-jajanan berbahaya yang saat ini sudah beredar luas di Kota Duri khususnya," ungkap Kabag Humas Setdakab Bengkalis, Johansyah Syafri, Kamis (7/5/2015) diruang kerjanya.

Ia juga mengingatkan, kepada SKPD terkait di Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Riau untuk melakukan pengecekan kejadian yang telah terjadi pada keenam warga Kota Duri yang diduga keracunan usai menyantap bakso bakar dan tahu cripsy, Rabu (6/5/2015) sore kemarin.

"Tidak menutup kemungkinan jajanan di Kota Duri mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan. Karena jajanan itu dijual murah. Untuk itu SKPD terkait harus bekoordinasi dengan BB POM Riau, agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali," ungkap Kabag Humas.

Dirinya juga menghimbau kepada pihak sekolah pun untuk mengingatkan siswa-siswinya untuk tidak membeli jajanan sembarangan. Baik itu dilingkungan sekolah atau pun diluar sekolah.

"Untuk itu pengawasan orang tua pun harus ketat, upayakan siswa-siswi untuk sarapan terlebih dahulu dirumah sebelum berangkat ke sekolah. Ada baiknya juga, membawa bekal dari rumah, karena sudah terjamin sehat dan higienis," kata Kabag Humas lagi.

Menurut Johansyah, penjual atau pedagang tidak menutup kemungkinan hanya ingin meraup keuntungan saja.

"Ya bisa aja pedagang hanya ingin meraup keuntungan besar saja. Faktor kesehatan dilupakan, sehingga kesehatan konsumen (masyarakat, red) pun terancam," ulasnya lagi.(ric)