
PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi cuaca di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau untuk beberapa hari kedepannya masih memburuk. Para nelayan, khususnya di Selatpanjang dan Inhil agar tidak melaut sebab kondisi ini berpotensi munculnya gelombang tinggi di perairan.
"Kita dari BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat kondisi cuaca masih dalam keadaan buruk. Sesuai prediksi kita, kondisi ini akan berlangsung beberapa hari kedepannya. Untuk itu diingatkan para nelayan agar tidak melaut karena perlu diwaspadai gelombang tinggi di perairan laut yang cukup membahayakan nelayan," kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya Gautami kepada wartawan, Rabu (13/2/2013).
Ia mengatakan, BMKG hanya bisa mengingatkan pada nelayan dan masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi yang sekarang, masih terjadi hingga beberapa hari kedepannya.
Sanya di kesempatan itu menjelaskan, perkiraan cuaca juga mencatat hujan hampir merata terjadi. Peluang hujan itu terjadi pada pagi dan sore serta malam hari. Namun intensitas hujan masih ringan hingga sedang yang disertai pula dengan adanya angin kencang pada seketika waktu.
"Cuaca di perairan Provinsi Riau dan Kepulauan Riau dalam beberapa hari kedepannya memburuk. Ada potensi angin kencang yang bisa memicu gelombang tinggi. Kondisi ini sebaiknya diantisipasi kalangan pelayaran, khusus nelayan pengguna perahu tradisional," katanya.
Jika terjadi cuaca buruk maka tinggi gelombang bisa ekstrem atau mencapai lebih dari kondisi normal. Yakni biasanya 0,5 meter tinggi gelombang, tapi jikalau cuaca ekstrem seketika maka ketinggian gelombang itu bisa mencapai 3,5 meter.
Tinggi gelombang yang lumayan ekstrem itu katanya, di peraiaran Riau mencapai 1,75 meter. Seperti halnya itu di perairan Indaragiri Hilir dan Selatpanjang yang berkisar 0,75 hingga 1,75 meter. Sementara peraiaran Riau di Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Meranti, Selat Malaka gelombang 0,5 hingga 1,25 meter.
"Sedangkan untuk perairan di Kepulauan Riau, gelombang tertinggi berada di wilayah utara seperti di Natuna, Terempa dan Matak. Tinggi gelombang mencapai 2 hingga 3,5 meter. Dan di Selat Singapura, Tanjung Pinang, Tanjung Balai, serta Dabo Singkep tinggi gelombang mencapai 2,5 meter," terangnya. (rdi)