PEKANBARU, GORIAU.COM - Tindak pembakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Sumatera termasuk Riau masih tinggi. Meski memasuki musim hujan, beberapa titik api masih terpantau oleh citra Satelite NOAA-18.

Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya Gautami kepada wartawan, Rabu (13/2/2013) menjelaskan kendati saat ini cuaca musim penghujan, tetapi masih ditemui munculnya titik api yang tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Seperti halnya, pada Senin (11/2/2013) ada sebanyak 25 temuan titik panas, dan pada Selasa (12/2/2013) ada ditemukan sebanyak 31 titik panas. 

"Hasil analisa BMKG Stasiun Pekanbaru juga dari pendeteksian Satelite NOAA-18, masih mencatat temuan titik panas yang disebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) se-Pulau Sumatera. Dalam dua hari ini, yakni Selasa ada 25 titik titik panas, tetapi Rabu terpantau meningkat jadi 31 titik panas," katanya.

Menurutnya, munculnya titik api ini cenderung berfluktusi, kadang meningkat namun terkadang juga berkurang. Semuanya itu sambungnya, tergantung dari kondisi cuaca yang artinya bila sejumlah wilayah ini dilanda panas, maka kemungkinan jumlah titik api bertambah. Begitu pula sebaliknya. (rdi)