
PEKANBARU - Kemarau yang melanda Provinsi Riau diprediksi berlangsung hingga Bulan September 2016 nanti. Akibatnya, temperatur udara pun meningkat dengan angka maksimal mencapai 35 derajat Celcius. Dampak buruk lainnya, curah hujan berkurang, bahkan ada daerah yang nyaris satu bulan belum diguyur hujan sama sekali.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, ada beberapa daerah/kabupaten di Riau yang sejak 20 hari lebih belum pernah hujan, atau yang diistilahkan hari tanpa hujan, diantaranya Rohil, Dumai dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
"Hampir merata di sana tidak pernah hujan. Yang jadi atensi kita antara lain Rohil dan Dumai. Selain itu, hari tanpa hujan terlama juga melanda sebagian wilayah Pelalawan dan Siak. Bahkan di Kuansing sudah lebih dari 21 hari tanpa hujan," sebut Kepala Seksi Data dan Informasi, BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi.
Kejadian tersebut setidaknya bisa dijadikan warning, karena bakal mempengaruhi temperatur udara. "Soalnya tidak ada hujan kan, jadi suhu panas meningkat dan lahan jadi kering sehingga berpotensi besar terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut)," beber Slamet kepada GoRiau.com, Selasa (12/7/2016).
Memang kondisi itu tidak merata melanda seluruh Riau, karena sebagian wilayah masih merasakan kucuran hujan sampai sekarang. "Kenapa hujan tidak merata? Kalau dari sample yang kita peroleh dimasing-masing pos, memang kecenderungannya hujan lokal," singkat Slamet Riyadi menjelaskan.
Benar saja, sesuai pengamatan dari citra satelit pada Selasa pagi tadi, terdeteksi 20 titik panas di Rohil, di mana sebagian lahan didapati tengah terbakar dan mengeluarkan asap. Tim pun sudah dikerahkan ke sana, baik darat maupun udara untuk memadamkan api. ***