
PEKANBARU, GORIAU.COM - Satelit pengamat Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Senin (22/6/2015) pagi, mendeteksi 20 titik panas atau hotspot di wilayah Riau. Dari angka itu, 13 titik merupakan titik api atau firespot, yang didominasi oleh kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Data yang dihimpun GoRiau.com dari BMKG, 20 titik panas ini menyebar di tujuh kawasan, diantaranya Dumai, Kampar, Pelalawan dan Siak dengan masing-masing satu hotspot, Rohul dua hotspot, Bengkalis tiga hotspot dan tertinggi di Rohil dengan 11 hotspot.
Sedangkan untuk pengamatan titik api atau firespot, satelit Terra dan Aqua mendeteksi sekitar 13 titik dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. "Itu terdapat di Rohil sebanyak 10 titik api, Dumai satu titik api, Rohul satu titik api dan Siak satu titik api," ujar Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Untuk wilayah Sumatera, sambungnya, BMKG menemukan total 38 titik panas dengan setengahnya berada di Riau. "Ini kan mulai memasuki masa kering dimana adanya penurunan intensitas hujan yang secara otomatis mengurangi kelembapan tanah termasuk lahan gambut yang rawan terbakar," urainya.
Meski sudah mulai muncul titik panas di Riau, hal ini belum berdampak signifikan terhadap jarak pandang atau visibility. Hasil pengamatan sebagian daerah masih normal, seperti Pekanbaru, Dumai dan Pelalawan dengan jarak pandang tujuh kilometer serta Rengat dengan jarak pandang lima kilometer. (had)