BERLIN – Wasit Matthias Jollenbeck yang memimpin laga Mainz melawan Augsburg di WWK Arena pada 6 April kemarin, menghentikan pertandingan beberapa menit untuk memberikan kesempatan kepada pemain Mainz, Moussa Niakhate, berbuka puasa Ramadhan.

Dikutip dari Republika.co.id yang melansir dari laman Insider pada Kamis (14/5/2022), Niakhate seperti jutaan Muslim di seluruh dunia menjalankan puasa Ramadhan yang dimulai pada awal April. Pada 6 April kemarin, Mousa ambil bagian pada laga Mainz melawan Augsburg di WWK Arena.

Setelah permainan dihentikan pada menit ke-65, Niakhate terlihat minum dari dua botol. Bek Prancis itu kemudian berlari ke Jollenbeck untuk berterima kasih atas isyarat itu sebelum pertandingan dilanjutkan.

Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Bundesliga pertandingan dihentikan untuk memungkinkan seorang pemain Muslim berbuka puasa Ramadhan.

Jollenbeck bukan satu-satunya wasit Bundesliga yang menghentikan pertandingan pekan lalu untuk mengizinkan pemain Muslim berbuka puasa. Dalam kemenangan RB Leipzig atas Hoffenheim pada Ahad (10/4/2022), wasit Bastian Dankert juga menghentikan permainan selama beberapa menit untuk mengizinkan Mohamed Siamakan minum.

Direktur komunikasi untuk Komite Wasit Jerman, Lutz Michael Frohlich memberikan pernyataan singkat pada Senin (11/4) yang mengatakan bahwa dia telah memberikan persetujuannya kepada offisial untuk menghentikan pertandingan. Hal ini memungkinkan para pemain berbuka puasa selama bulan Ramadhan.

''Tidak ada instruksi umum dalam hal ini, tetapi tentu saja kami mendukung wasit kami yang mengizinkan istirahat minum seperti itu selama Ramadhan atas permintaan para pemain,'' kata dia.

Praktik menjeda permainan untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa menjadi semakin umum di liga sepak bola elit Eropa. Ini di antaranya didorong oleh meningkatnya jumlah bintang dari negara-negara mayoritas Islam yang bermain di Eropa.

Di Liga Inggris musim lalu, pertandingan antara Leicester City dan Crystal Palace dihentikan beberapa menit agar Wesley Fofana dari Leicester yang beragama Islam bisa berbuka puasa.***