PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar, kembali mengingatkan kepada warga terkait larangan mudik setelah tanggal 6 Mei 2021. Bagi yang nekat masuk ke Riau akan dikarantina di ruangan berhantu.

Hal itu disampaikan Syamsuar saat melaksanakan kegiatan deklarasi Himbauan Bersama Peniadaan Mudik dan Pembatasan Mode Transportasi bersama Forlompinda, di Ruang VVIP Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Rabu (21/4/2021) pagi.

“Untuk yang masih melanggar di tanggal 6 nanti, khususnya Kota Pekanbaru, kami telah menyiapkan SPN Polda Riau yang lama, yang berada di Rumbai. Jadi bagi mereka yang nekat melanggar akan kita inapkan di SPN, disana kabarnya banyak hantunya, kita carikan tempat yang banyak hantunya,” ujar Syamsuar.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah, dan jangan ada lagi yang nekat untuk melanggar, karena akan ada sanksi tegas yang akan diberikan

“Harapan kami tidak ada lagi masyarakat yang melanggar ini, apalagi tren kita sekarang sedang naik, Kota Pekanbaru sudah zona merah. Intinya kita harapkan masyarakat tidak pulang atau mudik, kami tadi sudah rapat dalam rangka mempersiapkan SPN tersebut untuk ruang karantina,” imbuhnya.

Masyarakat yang kedapatan bandel mudik, akan dikarantina selama kurang lebih 3 sampai 5 hari, disana akan dilakukan pemeriksaan kesehatan, setelah itu baru diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat.

Untuk melaksanakan kegiatan itu, pihak Pemprov Riau akan minta bantuan Polda Riau dan tim dari Satpol PP beserta tim Kesehatan.

Terpisah Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, memaparkan, gedung SPN Polda Riau yang berada di Rumbai, bisa menampung 300 orang.

“Kalau ditambah lagi dengan aulanya tentu bisa lebih, saat ini yang kita siapkan 300, nanti akan kita ikuti perkembangannya seperti apa,” terang Jendral berbintang dua dipundaknya itu.

Tentunya hal itu akan berlaku untuk seluruh kabupaten kota yang ada di Riau, dimana masyarakat diluar Riau yang kedapatan mudik ke Riau, akan diberlakukan karantina, sesuai daerah yang ia tuju.

“Tentu disana (Kabupaten atau Kota) akan ada yang menangani, jadi kalau ada masyarkat yang datang dari luar Riau, itu mekanismenya akan seperti ini (karantina), kami akan kordinasi dengan pemerintah kota atau kabupaten,” tutupnya. ***