
PEKANBARU – Keluhan mengenai rusaknya infrastruktur Jalan Pesisir di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, kembali mencuat. Warga mendatangi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru untuk meminta kepastian perbaikan jalan yang disebut telah lama mengalami kerusakan.
Aspirasi itu diterima langsung Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru, Zulkardi, di ruang fraksi, Senin (25/5/2026).
Menurut Zulkardi, kondisi Jalan Pesisir bukan persoalan baru. Jalan yang menjadi penghubung sejumlah wilayah di Kecamatan Rumbai itu disebut telah lama dikeluhkan masyarakat karena minim perbaikan.
“Sudah puluhan tahun Jalan Pesisir itu tidak diperbaiki. Karena itu masyarakat datang menyampaikan aspirasi kepada kami selaku anggota DPRD dari daerah pemilihan Rumbai,” kata Zulkardi kepada awak media di DPRD Pekanbaru.
Ia menjelaskan, Fraksi PDI Perjuangan membuka ruang penyampaian aspirasi masyarakat setiap Senin. Dalam pertemuan kali ini, warga Jalan Pesisir meminta pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan yang dinilai vital bagi aktivitas harian masyarakat.
Jalan tersebut, kata dia, tidak hanya menjadi akses mobilitas warga Meranti Pandak, tetapi juga menghubungkan sejumlah kawasan lain seperti Kelurahan Sri Meranti dan Kelurahan Limbungan.
Selain itu, di sepanjang jalur tersebut terdapat fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang digunakan masyarakat setiap hari.
“Ini bukan sekadar jalan lingkungan biasa. Jalan ini menghubungkan beberapa kelurahan, ada sekolah dasar di sana, ada rumah ibadah, sehingga akses ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Zulkardi mengatakan usulan perbaikan Jalan Pesisir sebenarnya telah masuk dalam penganggaran Pemerintah Kota Pekanbaru tahun 2026.
Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pekanbaru, ia mengaku telah mengawal usulan tersebut hingga masuk dalam alokasi belanja daerah.
“Alhamdulillah, aspirasi ini sudah kita kawal. Anggarannya sudah ada dan direncanakan dikerjakan pada tahun 2026,” katanya.
Ia menyebut anggaran yang disiapkan untuk proyek Jalan Pesisir mencapai sekitar Rp 11,8 miliar.
Meski demikian, Zulkardi meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melalui organisasi perangkat daerah terkait segera memulai tahapan pelaksanaan pekerjaan agar proyek tidak tertunda.
“Anggarannya sudah ada. Sekarang kita minta pemerintah kota segera melakukan tahapan proses pelaksanaannya,” kata dia.
Namun, politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan agar pembangunan jalan tidak hanya berfokus pada pengaspalan atau overlay semata. Menurut dia, banyak proyek jalan cepat rusak karena persoalan drainase tidak ditangani bersamaan.
Ia mencontohkan, sejumlah ruas jalan yang baru diaspal di Pekanbaru kembali mengalami kerusakan akibat saluran air yang tidak memadai sehingga air meluap ke badan jalan.
“Banyak jalan dilakukan overlay atau pengaspalan ulang, tetapi drainasenya tidak diperbaiki. Akibatnya air meluap ke badan jalan dan itu akan mengikis aspal yang baru dibangun,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta konsultan perencanaan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru memastikan pembangunan Jalan Pesisir dilakukan secara komprehensif, mulai dari perbaikan jalan hingga sistem drainase.
“Jangan hanya sebatas pengaspalan ulang. Perhatikan juga drainasenya. Kunci jalan bertahan lama itu ada pada aliran air yang baik, dari hulu sampai hilir, sehingga tidak ada genangan yang merusak jalan,” kata Zulkardi.
Bagi warga Meranti Pandak, kepastian pembangunan Jalan Pesisir tidak hanya menyangkut kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut akses ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat yang selama ini bergantung pada ruas jalan tersebut. ***