SELATPANJANG, GORIAU.COM - Hasrat ingin merasakan infrastruktur jembatan, sepertinya harus dikuburkan oleh masyarakat Desa Bokor Kecamatan Tebing Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Pasalnya, jembatan yang dibangun tahun 2013 lalu untuk menghubungkan Bokor-Tanah Kuning dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Kekecewaan itu diungkapkan Ketua Karang Taruna Rangsang Barat, Mardian ST, ketika ditemui di Selatpanjang, Rabu (12/11/2014). Kata Mardian bagaimana masyarakat tidak kecewa, kondisi jembatan yang hanya terpasang tiang besi saja itu cukup memprihatinkan, dan sudah berkarat.
Apalagi jembatan yang menghubungkan antara Bokor dengan Dusun Manggis (Tanah Kuning, red) hingga saat ini tidak ada kepastian kelanjutan pembangunannya. Yang ada, tiang jembatan itu malah sudah berkarat.
"Kami sangat kecewa. Dicabut tiang saja tiang jembatan Bokor ke Tanah Kuning itu. Sebab tidak ada gunanya, cuma tiang saja yang dipasang, dan kondisinya pun sudah berkarat. Dan, sampai hari ini pun tidak ada kejelasan apa dilanjutkan atau tidak pembangunannya," ujar Mardian.
Keluhnya lagi, masyarakat di desa Bokor, terlebih Dusun Manggis (tanah kuning, red) sampai ini harus bersusah payah untuk menyeberang sungai tersebut.
"Seharusnya dari awal Pemda harus punya program yang jelas apa yang harus didahulukan. Jangan setengah hati membangun, seperti jembatan tersebut. Lihatlah sekarang, apa hasilnya. Malah kami yang kecewa," keluh pria yang akrab disapa Mai itu.
Pembangunan jembatan Bokor - Tanah Kuning itu dikerjakan pada tahun 2013 lalu melalui APBD Kabupaten Kepulauan Meranti. Pekerjaannya dihentikan (hanya tiang saja yang dipancang, red) hingga saat ini.
Dari penuturan, Ketua Karang Taruna Rangsang Barat itu, diduga terjadi kesalahan dalam perancangan (DED). Sehingga tidak bisa dilanjutkan lagi pekerjaan.
(zal)