
PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru bersiap menambah fasilitas waste station atau stasiun penukaran sampah modern di berbagai titik strategis. Langkah ini diambil menyusul tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas pengumpulan dan pemilahan sampah anorganik yang dapat ditukar dengan nilai ekonomis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengungkapkan bahwa penambahan titik layanan ini bertujuan agar pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi lebih masif. Saat ini, salah satu lokasi baru yang tengah disiapkan berada di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kacamayang, Jalan Jenderal Sudirman.
"Sekarang kita menunggu box dari Toyota, ada bantuan untuk di RTH Kacamayang," ujar Reza Aulia Putra, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, pengadaan fasilitas pendukung ini dilakukan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pihaknya menggandeng sektor swasta melalui skema kerja sama untuk menyediakan infrastruktur waste station di berbagai wilayah.
Targetnya, akan ada sembilan titik baru yang dibuka secara bertahap. Fokus utama Pemko Pekanbaru adalah memastikan kehadiran fasilitas ini menjangkau seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru guna memudahkan akses warga.
"Tahap awal ini enam waste station yang kita buka. Kita operasikan di lahan milik pemerintah kota, seperti di Kecamatan Binawidya, Rumbai, hingga Tenayan Raya," paparnya.
Program ini dinilai efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah limbah anorganik. Berkaca dari operasional waste station yang sudah berjalan di RTH Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, Reza mencatat tren positif di mana masyarakat rutin datang untuk menukarkan sampah mereka.
"Masyarakat setiap hari menukarkan sampah menjadi uang di waste station tersebut," tambahnya.
Melalui perluasan layanan ini, Pemko Pekanbaru tidak hanya mengejar target kebersihan kota, tetapi juga memberikan dampak sosial berupa manfaat ekonomi langsung bagi warga. Dengan mengubah perspektif bahwa sampah memiliki nilai, partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan diharapkan terus meningkat secara berkelanjutan.***