PEKANBARU, GORIAU.COM - Meskipun titik api (hot spot) saat ini telah mulai berkurang, namun Kapolda Riau Brigjen Pol Chondro Kirono terus menginstruksikan seluruh jajarannya, terutama kepada para Kapolres hingga Kapolsek untuk tetap siaga memantau perkembangan titik api di wilayah kerjanya masing-masing.

Kapolda menginstruksikan jajarannya secepatnya mengecek dan melaporkan, apabila ditemukan titik api, baik besar maupun kecil.

''Asalkan sudah menimbulkan asap, apalagi cukup tebal, aparat harus segera turun ke lokasi. Buat police line,'' ungkap Brigjen Pol Chondro Kirono kepada GoRiau.com di ruang kerjanya.

''Jajaran kami di Polres dan Polsek sudah mendapat pelatihan beberapa waktu lalu, agar dapat mempergunakan system pemantau titik api secara online di komputernya masing-masing. Sehingga, setiap saat, bahkan menit, titik api yang muncul dapat dideteksi dengan cepat,'' ujarnya.

Lebih jauh Chondro menjelaskan, pemantauan titik api secara online juga berintegrasi dengan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau. Sehingga koordinasi akan dapat segera dilakukan antara apabila ada kejadian dilapangan yang perlu penanganan secara bersama-sama. Sebagai mana diberitakan media sebelumnya, peristiwa kebakaran lahan terjadi di Riau sejak beberapa pekan terakhir.

Satelit Modis Terra dan Aqua serta Satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat yang dioperasikan Singapura mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot) terbanyak berada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Ada hampir 120 titik api yang terdeteksi.

Titik panas merupakan hasil pendeteksian satelit dari suhu udara di atas 40 derajat celsius sehingga patut diduga sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan.

''Saya sudah perintahkan para Kapolres hingga Kapolsek untuk melakukan upaya dini untuk pencegahan. Namun, jika sudah terjadi kebakaran hutan, kita perintahkan untuk mencari siapa pelakunya,'' ungkap Condro sambil memaparkan peta titik api. ***