
JAKARTA, GORIAU.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNBP, menjelaskan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan semakin memburuk di Provinsi Riau.
Ditambahkan sekitar 49.000 orang menderita gangguan pernafasan akibat gangguan kabut asap tersebut dan muncul saran agar warga dievakuasi.
Kebakaran hutan -yang menyebabkan kabut asap- di kawasan Riau merupakan peristiwa berulang, dan tahun lalu bahkan menyebar ke Singapura dan Malaysia.
Tahun 2014 masih juga belum teratasi dan belum ada jaminan akan teratasi di masa mendatang.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono -lewat pesan Twitter Kamis (14/03) malam- memberi waktu dua hari bagi pemerintah daerah dan menteri untuk menangani kabut asap.
"Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," demikian pernyataan SBY.
Namun pihak berwenang di Riau berpendapat waktu dua hari tidak cukup untuk memadamkan kebakaran hutan yag terjadi di kawasan Dumai.
"Saya rasa, satu atau dua hari agak sulit karena luasan yang terbakar di Dumai itu sangat luas. Jadi agak susah untuk memadamkan dalam satu atau dua hari," kata Kepala BPBD Kota Dumai, Noviar Indraputra Nasution, kepada BBC Indonesia. ***