PEKANBARU – Anggota DPRD Riau asal Dumai, Yanti Komala Sari, mengungkapkan Pemprov Riau, dibawah kepemimpinan Gubernur Syamsuar, sangat memberikan perhatian lebih kepada Kota Dumai.

Hal tersebut dia sampaikan menanggapi kisruh yang terjadi pasca Wali Kota Dumai, Paisal, menuding Syamsuar tidak peduli dengan Dumai dan tidak mengakomodir yang menjadi kebutuhan warga Dumai.

Sebagai Anggota Fraksi Golkar yang dipercaya menjadi Anggota Badan Anggaran (Banggar), Yanti mengatakan untuk tahun 2022 ini, ada anggaran Rp 207.825.612.675 untuk Kota Dumai yang bersumber dari APBD Riau, peruntukkan dana itu meliputi banyak hal.

"Salah besar kalau dibilang Gubernur tak beri perhatian ke Dumai, itu sudah ada di semua sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pariwisata dan lainnya," ujar Yanti, Minggu (13/3/2022).

Kemudian, sambung Yanti, dirinya juga membantah pernyataan Paisal yang menyebut hanya satu dewan yang membawa Pokok Pikiran (Pokir) ke Dumai. Padahal 11 Anggota DPRD Riau Dapil 5 semuanya membawa anggaran ke Dumai.

"Pokir itu, saya tegaskan masuk ke Dumai bukan dari satu dewan saja, tapi dari semua dewan. Misalnya, Pokir saya itu ada penambahan kelas di SMA 3 dan SMA 7 di Kecamatan Bukit Kapur, kemudian ada drainase dan lainnya. Jadi, jangan anggap itu dari satu dewan saja," tegasnya.

Untuk usulan pengendalian banjir yang disampaikan oleh Wali Kota Dumai sebesar Rp 650 Miliar, jelas Yanti, sudah diterima oleh Pemprov Riau. Dan Pemprov Riau sudah mengusulkan ini ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.

"Usulan itu sudah menjadi bagian dari usulan provinsi ke pusat untuk anggaran 2023. Persoalan banjir ini sudah dibahas dalam Rakortekrenbang dengan Bappenas," terangnya. ***