PEKANBARU – Suasana Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru dipenuhi keceriaan pada Sabtu (4/10/2025). Ribuan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bersama orang tua mereka mengikuti kegiatan Membatik yang ditaja Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pekanbaru. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Membatik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober dan mendapat sambutan meriah dari berbagai lembaga PAUD yang hadir.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, SE MM turut hadir dan memberikan apresiasi besar kepada penyelenggara yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan edukatif, kreatif, dan sarat makna budaya bagi anak-anak usia dini.

GoRiau

"Saya memberikan apresiasi kepada IGTKI yang selalu aktif membuat event dalam memperingati hari-hari besar nasional. Seperti hari ini, ada kegiatan lomba membatik yang diikuti oleh 1.200 anak-anak dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional," ujar Agung.

Ia menilai kegiatan seperti ini penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini. Menurutnya, membatik bukan sekadar seni, tetapi warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Melibatkan anak-anak dalam aktivitas membatik dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal dan memotivasi mereka untuk mengenal lebih jauh nilai-nilai tradisi Indonesia.

Selain memuji kreativitas para peserta, Agung juga memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang selalu aktif berinovasi menghadirkan kegiatan-kegiatan bermanfaat. Ia mengatakan bahwa guru PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

"Kami sangat menghormati guru-guru PAUD. Selama ini banyak yang aktif dan mendapatkan juara-juara di tingkat provinsi. Semoga ke depan bisa membanggakan Kota Pekanbaru di tingkat nasional," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Agung memaparkan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas guru PAUD melalui program beasiswa pendidikan. Pemerintah, katanya, tidak hanya menghargai peran guru, tetapi ingin memastikan seluruh guru PAUD memiliki kualifikasi pendidikan yang lebih baik.

“Tahun ini kami sudah anggarkan pembiayaan beasiswa S1 untuk 100 orang guru PAUD. Pemko Pekanbaru berkomitmen agar di masa depan, tidak ada lagi guru PAUD yang hanya mengenyam pendidikan SMA. Minimal Sarjana,” tegasnya.

GoRiau

Ia menambahkan, beasiswa tersebut merupakan langkah konkret Pemko Pekanbaru untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan anak usia dini. Guru yang memiliki pendidikan lebih tinggi diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang lebih berkualitas, menciptakan lingkungan belajar yang positif, dan mendorong tumbuh kembang anak secara maksimal.

Agung mengajak seluruh lembaga PAUD untuk terus memperkaya kegiatan pembelajaran dengan memperkenalkan budaya nasional, seperti batik, tarian tradisional, permainan rakyat, serta nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pembentukan karakter anak.

Ia menegaskan bahwa membangun generasi emas Pekanbaru tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga dengan membenamkan kecintaan budaya dan karakter sejak usia dini. Menurutnya, langkah kecil seperti kegiatan membatik hari ini merupakan investasi besar bagi masa depan anak-anak.

“Anak-anak ini adalah generasi penerus. Semakin dini mereka dikenalkan dengan budaya, semakin kuat karakter mereka terbentuk,” tambahnya.

Dengan keterlibatan 1.200 anak PAUD, kegiatan ini menjadi salah satu acara Hari Batik Nasional terbesar yang pernah digelar di Pekanbaru. Agung berharap kegiatan serupa terus dilanjutkan setiap tahun, dengan konsep yang semakin kreatif agar dapat memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara guru, orang tua, dan pemerintah. (adv)