PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru dinilai lemah dan tak berpihak dalam hal pembangunan Pasar Induk Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru. Pemko juga dinilai lemah terjadap kontraktor pelaksana.

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri mengatakan, tindakan tidak tegas Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan berdampak buruk pada pembangunan selanjutnya.

"Ini tamparan bagi Pemko Pekanbaru dan juga DPRD Kota Pekanbaru, dan menjadi preseden buruk untuk pembangunan di Pekanbaru sendiri," tegas politisi Partai Demokrat ini kepada wartawan, Jumat (14/2/2020).

Dia memberikan tanggapan soal tindakan warga setempat, Perumahan Arengka Indah, terhadap kisruh Pasar Induk yang dibangun tidak memperhatikan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan nantinya.

Untuk diketahui, kisruh pembangunan Pasar Induk di Jl Soekarno-Hatta Atas ini sudah terjadi sejak awal pembangunan, dan setelah progres pun sampai kini masih bermasalah. Masalah ini juga coba dinetralisir oleh DPRD Pekanbaru, namun pihak kontraktor tidak mengindahkan. Hal ini terjadi juga lemahnya pengawasan dari OPD Pemko terkait.

Dikatakan Azwendi, apa yang dilakukan warga adalah hal yang wajar, karena warga tidak tahu lagi ke mana harus minta keadilan.

"Mengapa pemerintah tidak bisa tegas terhadap perusahaan yang satu ini, sehingga jalur hukum dianggap sebagai solusi oleh warga, bagi saya ya silahkan saja. Walau sebenarnya hal seperti ini tidak elok bagi kita semua," sebutnya lagi.

Yang jelas, kata Sekretaris Demokrat Kota Pekanbaru ini, berharap masalah ini tidak boleh ditiru oleh perusahaan-perusahaan investor lainnya yang membuat malu Pemko Pekanbaru. ***