TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Meskipun pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit 23 Tembilahan sudah mencapai 70 persen, namun sudah hampir 1 tahun pembangunan tempat tersebut tidak kunjung dilanjutkan.

Melihat hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merasa kecewa dengan sikap PLN, karena jika PLTU bisa terselesaikan, maka dapat membantu pasokan daya untuk masyarakat di Tembilahan dan sekitarnya.

''Kalau tidak dilanjutkan juga pembangunannya, sebentar lagi itu jadi tempat uka-uka. Kita tinggal panggil Tukul Arwana saja untuk meliput kesana,'' sindir Wakil Ketua DPRD Inhil, Ferriyandi baru-baru ini.

Politisi Partai Golongan Karya ini juga menambahkan, PLN seperti tidak memiliki niat untuk mengatasi permasalahan listrik di Inhil ini, karena meskipun mengetahui operasi PLTU sangat ditunggu-tunggu masyarakat, namun pembangunannya malah tidak dilanjutkan.

''Saya pikir PLN ini, nawaitunya tak ada, manajemenny tak jelas. Dari Pusat sampai daerah sama saja pembohong semua. Padahal jika ada niatnya, tidak ada yang mustahil,'' tukas Ferriyandi.

Sementara itu, Asisten Manager Area Rengat, Arif sebelumnya telah menjelaskan, bahwa pihaknya akan sesegara mungkin melanjutkan pembangunan PLTU Parit 23 itu.

''Itu termasuk rencana jangka menengah kami, agar cepat beroperasi,'' ujar Arif.(ayu)