PEKANBARU - Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, Rabu (6/4/2016) siang mengatakan, aksi jambret yang dilakukan RS alias Rajab (20) bukan untuk mencari materi alias uang, melainkan ingin 'pamer' dan beli narkoba.

Itu dikatakan Putut saat menggelar ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Rabu siang. "Dari beberapa kasus termasuk yang ini, penjambretan yang mereka lakukan niatnya bukan mencari uang, tapi ada motif lain seperti menunjukkan kemampuan kepada teman-temannya dan beli narkoba," bebernya.

Kecenderungan itu sering ditemukan dari beberapa pengungkapan kasus, khususnya kriminalitas jalanan. "Ini sangat berbahaya, apalagi kalau jadi tren. Lebih parahnya, target atau sasaran mereka 90 persen adalah wanita, mau itu berkendara sendiri atau berdua. Asal ada kesempatan pasti dijambret," sebut Putut.

Bahkan tak jarang mereka nekat menjatuhkan korban, jika coba-coba melawan atau mengejar. "Bisa didorong, ditendang dan lainnya. Itu sudah pasti, mereka tidak akan berfikir lagi dan tidak melihat korbannya itu siapa. Contohnya seperti yang dilakukan RS (Rajab)," tegas Wakapolresta.

Setelah melumpuhkan Rajab selaku otak penjambretan yang menewaskan Rani Annisa, polisi tengah mengejar satu rekan pelaku berinisial i. "Ada tandemnya, RS bertugas jadi joki (pengendara motor) dan rekannya bertugas merampas barang korbannya," ulasnya. ***