
BENGKALIS, GORIAU.COM - Di saat harga-harga barang melambung tinggi, ternyata jatah beras untuk keluarga miskin (raksin) semakin menurun. Penurunan sontak membuat warga kesal karena mereka semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti yang dialami warga di Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, Riau. JIka sebelumnya jatah raskin diterima oleh 400 orang, kini jatah yang diberikan hanya untuk 150 keluarga.
''Jumlah warga miskin di desa ini mencapai 400-an orang, sementara kuota raskin untuk tahun 2013 menutun menjadi sekitar 150-an orang. Jadi kami kewalahan menghadapi warga, karena banyak warga yang kesal,'' ujar Kepala Desa Kelapapati, Yulisman kepada wartawan, baru-baru ini.
Dikatakanya, saat ini pihaknya beum ada solusi untuk menjawab pertanyaan warga, tapi ada sebagian yang mengusulkan agar jatah itu tetap dibagikan kepada warga yang sebelumnya menerima dengan jumlah yang dikurangi.
''Kita akan dudukkan dulu bersama RW/RT dan warga. Jika mereka setujumaka warga yang namanya masuk sebagai penerima harus bersedia berbagi dengan warganya yang tidak masuk data. Jika ini disetujui, maka raskin akan kita bagikan. Tapi jika mereka keberatan, terpaksa yang tidak masuk data tidak kebagian,,'' tambahnya.
Ditambahkan Yulisman, sudahlah jumlah penerima raskin setiap tahunnya mengalami pengurangan, warga yang terdata sebagai penerima juga dinilai tidak tepat. Ada yang tidak lagi tinggal di desa tersebut dan ada pula bukan dari rumah tangga miskin (RTM).
Apa yang dialami di Kelapasari, sebenarnya juga dialami hampir seluruh desa di Kabupaten Bengkalis. Malahan di beberapa desa sempat menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat, bahwa aparat desa dituduh memotong jatah raskin.
''Maksud kepala desa itu sebenarnya baik, agar semua warga miskin di desanya menerima. Tapi mungkin karena tidak dirapatkan dulu atau didudukkan dengan warga yang terdata menerima sehingga menimbulkan persoalan. Guna menghindari hal ini terjadi kita akan undang pihak-pihak terkait, terutama warga yang masuk data sebagai penerima, apakah sepakat berbagi dengan warga yang tidak masuk data,'' ujar Yulisman. (jfk)