SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ternyata punya 16 pembangkit listrik, tapi sayangnya, pembangkit ini silih berganti rusak. 16 mesin pembangkit itu dimiliki oleh PT PLN, Pemkab dan pihak ketiga. Akibat matinya pembangkit mengakibatkan Meranti krisis listrik.
''Sama dengan pemadaman listrik bergilir, pembangkit di sini juga rusak bergiliran. Jadi sampai kapan pun krisis listrik tetap akan terjadi di Meranti. Karena itu, harus ada solusi untuk menambah jumlah pembangkit dengan kualitas yang baik,'' ujar Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kabupaten Kepulauan Meranti, Mulyono.
Dia menjelaskan, kondisi pembangkit yang rusak juga merata dan bukan hanya milik PT PLN tapi juga yang dimiliki Pemkab Meranti dan pihak ketiga. Seperti yang terjadi pada pembangkit milik Pemkab Meranti yang baru-baru ini mengalami kerusakan generator.
Kerena itu, Pemkab Kepulauan Meranti diharapkan mampu menambah jumlah pembangkit sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Meranti.
Sementara itu, Fauzar Zain, Supervisor Adm dan Humas PT PLN mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan prima bagi konsumen. Namun adanya kerusakan mesin membuat pihaknya kewalahan. Usulan penambahan mesin juga telah diusulkan ke Kanwil PLN di Pekabaru, namun hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi. (kpt)